Tidak Netral, Belasan ASN di Palopo Minta Maaf ke Masyarakat

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
ASN di Palopo
ASN di Palopo

Online24, Palopo – Penjabat Wali Kota Palopo Andi Arwen, menindak tegas belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) karena melanggar kode etik, yaitu tidak netral dan terlibat politik praktis pada pemilihan Wali Kota Palopo (Pilwalkot) 2018.

Para Aparatu Sipil Negara ( ASN) dikumpulkan saat apel dan upacara dan diberikan sanksi moral yakni harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat di Lapangan Pancasila, Selasa (17/3/2018) pagi.

Hanya saja dari 15 ASN yang dipanggil, hanya 13 orang yang hadir sementara 2 orang tak ada konfirmasinya.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memberikan hukuman karena melanggar kode etik, tidak netral dan terlibat politik praktis yakni menghadiri deklarasi salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada tanggal 10 Desember 2017 lalu.Itu tercantum dalam rekomendasi KASN Nomor R-309/KASN/2/2018.

“Seharusnya selaku ASN sesuai Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2004 dan peratiran pemetintah 53/2010 melarang PNS terlibat aktivitas politik seperti menjadi pelaksana kampanye, menggunakan atribut partai politik, dan mengerahkan PNS lain untuk kepentingan peserta pilkada atau pemilu,” jelas Arwen.

Saat disinggung ASN yang tidak hadir , Kadis BKAD Sulsel ini,menggungkapkan jika akan tetap dihukum yang sama saat upacara selanjutnya

“Tidak ada yang lolos, tetap akan diproses dan dihukum nanti di upacara selanjutnya,” tegasnya.

Saat pilkada maupun pemilu, regulasi jelas mengatur dan melarang ASN mengunggah, menanggapi atau menyebarluaskan foto atau swafoto bersama peserta pilkada.

Bahkan beberapa saat lalu Direktur Jenderal, Soni Sumarsono, mengancam ASN yang melanggar ketentuan dengan hukuman pemberhentian sementara.