Perempuan Indonesia Harus Teladani Kiprah Kartini

Editor : Endhy
kemendagri.go.id
kemendagri.go.id

Online24, Jakarta – Sebentar lagi, bangsa Indonesia akan memperingati hari Kartini. Kartini adalah perempuan Indonesia, simbol dari emansipasi perempuan di Tanah Air. Banyak jejak pengabdiannya dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan di Indonesia.

Erni Guntarti, istri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang juga Ketua Umum Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), meminta perempuan Indonesia meneladani kiprah Kartini, putri Jepara tersebut. Jadikan peringatan hari Kartini sebagai momentum kebangkitan kaum perempuan. Kaum wanita di Indonesia harus bersyukur, pernah punya Kartini. Banyak jejak pengabdian Kartini yang sekarang dirasakan para perempuan di Tanah Air.

“Melihat kilas balik perjuangan wanita, terutama wanita indonesia maka sepatutnya kita bersyukur karena Indonesia memiliki pelopor pejuang nasib kaum wanita Indonesia sehingga kita semua bisa menikmati dalam berbagai aktivitas baik pendidikan, kesempatan berbicara, berkarir dan menentukan pilihan atas hidupnya sendiri,” kata Erni, di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Peringatan hari Kartini tahun 2018 itu sendiri kata Erni, mengambil tema, semangat Kartini berperan serta dalam membangun keluarga dan bangsa. Pesan dari tema itu menggambarkan bahwa perempuan Indonesia punya  dua peran besar. Pertama dalam lingkup terkecil yaitu keluarga. Dan kedua,  peran besarnya sebagai anggota masyarakat yang punya kewajiban serta hak sama memberi kontribusi kepada kepada dan negara.

“Di dalam keluarga perempuan memai kan peran sebagai ibu, istri dan anak. Semua peran tersebut merupakan peran yang sangat istimewa dan hanya diberikan secara kodrat kepada seorang perempuan,” kata Erni.

Sebagai seorang ibu, lanjut Erni,  perempuan sangat besar perannya dalam  mewujudkan kebahagiaan dan keutuhan keluarga. Dan sebagai ibu pula,  tugas perempuan adalah mendidik generasi baru. Serta menghasilkan keturunan yang mempunyai karakter yang kuat,  berakhlak mulia dan mandiri.

“Sebagai seorang istri peran perempuan sangatlah penting untuk menjadikan keluarganya sebagai tempat yang paling aman dan menyenangkan bagi suaminya,” katanya.

Sebagai istri kata Erni, berkewajiban mendampinggi suami. Tentunya juga wajib  mendukung dan mendorong semangat keberhasilan suami.  Dan yang tak kalah penting selalu mendoakannya.

“Perempuan sebagai anak ketika belum menikah, peran ini sudah sangat jelas yakni taat kepada kedua orang tua dalam hal kebaikan. Seorang anak perempuan baik menjaga kehormatan kedua orangtuanya dan dirinya sendiri.

Seorang anak perempuan yang baik akan mempunyai peran yang sangat istimewa karna akan membukakan pintu surga bagi ayahnya,” tuturnya.

Erni menambahkan keberhasilan seorang perempuan memainkan perannya di dalam keluarga akan sangat membantu ketika ia berperan sebagai warga negara yang punya kewajiban ikut  membangun bangsa dan negara. Kaum perempuan jangan diremehkan. Kaum perempuan telah menjadi bagian dari kebijakan. Suara mereka menjadi penting di dengar dan diaktualisasikan.

“Banyak tokoh-tokoh perempuan yang kita kenal saat ini telah membuktikan bahwa mereka adalah Kartini, Kartini di era zaman sekarang. Oleh karena itu perempuan Indonesia harus berbangga dengan warisan kita, kisah heroik Kartini muda yang mampu menginspirasi dari generasi ke generasi, sehingga perempuan sekarang bukanlah kaum yang lemah secara ide, gagasan dan pemikiran,” katanya.

Perempuan Indonesia sekarang, kata dia,  tak kalah dengan kaum  ada. Punya rasionalitas dan juga solidaritas.  Erni pun berharap, semangat dan kiprah Kartini bisa diserap dan diteladani.

“Selamat memperingati hari Kartini,” katanya.