Keguguran, Wanita Ini Malah Dipenjara

Editor : M N Ubay

Online24, Makassar – Seorang perempuan bernama Maira Verónica Figueroa Marroquín akhirnya dibebaskan setelah ia divonis 30 tahun penjara karena dituduh menggugurkan bayinya pada tahun 2005. Di negara tempat Sonia tinggal yakni El Savador, memang melarang praktik aborsi dalam situasi apapun.

Figueroa dibebaskan setelah menjalani hukuman 15 tahun penjara. Ia mendapat pengurangan massa tahanan.

Orangtua, wartawan dan para aktivis menyambut baik kebebasanya. Figueroa, pun merasa senang karena ia bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Saya ingin belajar hukum untuk memahami apa yang terjadi pada saya dan membantu perempuan-perempuan lainnya. Saya akan memulai lagi dan menebus waktu yang telah terbuang.”ujarnya.

Dilansir dari laman Viva.co.id, Figueroa bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah. Dia mengatakan mengalami keguguran dan janinnya meninggal di sebuah rumah tempat dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada 2003.

Dia dibawa ke rumah sakit, ditangkap dan akhirnya dihukum karena melakukan aborsi.

El Salvador adalah satu dari negara di dunia di mana aborsi benar-benar dilarang dan pelakunya bisa dijatuhi hukuman berat.