Ini Kronologi Penyerangan Suporter AS Roma

Editor : Endhy

Online24, Liverpool – Partai seru di leg pertama semifinal Liga Champions antara Liverpool versus AS Roma pada Rabu (24/4/2018) dini hari ternodai dengan aksi yang kurang terpuji yang dilakukan oleh suporter tandang klub asal Italia itu.

Dilansir Goal.com, sebelum kick-off berlangsung, pub The Albert, yang terletak persis di sebelah Anfield, seperti biasa dipadati oleh fans Liverpool. Namun tiba-tiba sekitar 60 fans Roma berpakaian jaket hoodie datang membawa senjata tumpul seperti palu dan papan kayu. Mereka menyerang fans Liverpool yang sedang memadati The Albert secara membabi buta.

Serangan itu hanya terjadi beberapa menit, karena para suporter Roma itu langsung melarikan diri. Setelah itu, sebanyak 100 polisi, termasuk polisi berkuda, langsung memadati tempat kejadian perkara.

Penyerangan itu membuat puluhan fans Liverpool terluka. Korban paling parah adalah seorang pendukung Liverpool asal Irlandia berusia 53 tahun yang harus dilarikan ke rumah sakit dan dikabarkan dalam kondisi kritis.

Seperti laporan sejumlah media, pria tersebut terluka karena terjangan palu. Namun dari bekas-bekas luka terlihat bahwa ia diserang menggunakan ikat pinggang atau ditendang kepalanya.

Dua orang pendukung Roma ditahan polisi berdasarkan identifikasi wajah dari kamera pengawas. Meski belum dkonfirmasi, fans Roma tersebut kemungkinan besar tidak memiliki tiket menonton pertandingan.

Kepada wartawan, polisi mengatakan bahwa tidak ada perkelahian antarsuporter kedua klub sebelum insiden tersebut terjadi. Kericuhan tersebut murni merupakan penyergapan dari sekelompok kecil ultras Roma.

Namun, perlu ditekankan bahwa tensi antara fans Liverpool dan Roma sebelum laga terasa sejuk. Di dalam The Albert, ada banyak fans Roma yang berfoto bersama dengan fans Liverpool sembari menyanyikan chant Mohamed Salah. Jadi, penyerangan ini merupakan aksi tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh segelintir orang.

Liverpool, Roma, dan UEFA sudah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk tindakan kekerasan tersebut.