Satu Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pipa PVC Jadi Tahanan Kota

Editor : M N Ubay
Kasi Pidana Khusus, Kejari Makassar, Andi Helmi Adam
Kasi Pidana Khusus, Kejari Makassar, Andi Helmi Adam

Online24, Makassar – Salah satu terdakwa kasus gugatan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel, dikabarkan keluar dari Lapas Klas 1 Makassar. Sebelumnya ia bersama ke enam terdakwa lainya ditahan di Lapas saat pelimpahan tahap dua.

Kasipidsus Kejari Makassar, Andi Helmi, saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. Hanya saja menurut Helmi, keluarnya Kaharrduin adalah karena adanya pengalihan penahanan dari tahanan Lapas menjadi tahanan kota.

“Benar ada pengalihan penahanan terhadap terdakwa atas nama Kaharuddin,”ujar Helmi.

Namun begitu, Helmi enggan berkomentar lebih jauh soal alasan pengalihan penahanan tersebut.

“Pengalihan penahanan tersebut dari penetapan Pengadilan Negeri Makassar. Jadi beberapa hari yang lalu kami mendapat surat penetapan dari pengadilan yang isinya mengalihkan penahanan terdakwa dari jenis Rutan menjadi jenis Kota. Kami hanya melaksanakan penetapan pengadilan,” pungkasnya.

Sementara itu, humas PN Makassar belum bisa dimintai konfirmasi terkait hal ini.

Dalam kasus ini, penyidik Polda Sulsel menetapkan 7 orang tersangka, yakni Kaharuddin selaku KPA Kasatker SPAM, Ferry Nasir MR selaku PPK, Mukhtar Kadir selaku PPK, Andi Kemal selaku Pejabat Pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara, Rahmad Dahlan selaku penandatangan SPM dan Muh Aras selaku Koordinator Penyedia.

Kasus ini berawal dari proyek pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel. Namun dalam pelaksanaannya diduga proyek yang menelan APBN sebesar Rp 3,7 Milyar tidak dikerjakan sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK).

Dalam kasus tesebut, ditemukan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebesar Rp 2,4 Milyar .