MIWF 2018 Datangkan Penulis Dari Jerman

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar – Makassar Internasional Writers Festival (MIWF) 2018 kembali digelar di kawasan Benteng Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung sejak Rabu (2/5/2018) hingga Sabtu (5/5/2018) besok.

Ajang sastra tahunan ini mengangkat tema utama, ‘Voice/Noise’ atau Suara/Kebisingan. Goethe-Institut Indonesia yang turut berpartisipasi mengundang seorang penulis Jerman, Fatma Aydemir, terlibat dalam ajang tersebut.

Fatma Aydemir merupakan penulis yang lahir tahun 1986 di bagian selatan Jerman sebagai putri pasangan imigran Turki. Ia kuliah sastra Jerman dan sastra Amerika di Frankfurt am Main dan tinggal di Berlin sejak tahun 2012.

Novel perdananya yang berjudul Ellbogen diterbitkan 2017 lalu bercerita tentang kehidupan gadis 17 tahun dengan latar belakang keluarga dari Turki namun dibesarkan di Jerman. Novel tersebut meraih hadiah Klaus Michael Kühnke pada Festival Sastra Harbour Front.

“Latar belakang ceritanya mengisahkan gadis yang berumur 17 tahun dari keluarga imigran Turki yang dibesarkan di Jerman. Ia merupakan generasi imigran pertama yang lahir di Jerman sehingga dia hidup diantara dua budaya yang sangat berbeda,” kata Fatma saat ditemui Online24jam.com di Benteng Rotterdam Makassar, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, novel itu menceritakan kisah Hazal Akgündüz, yang tinggal bersama keluarganya di Berlin Wedding, salah satu lingkungan yang terkenal kasar. Kehidupan keseharian sangat protagonis dipenuhi dengan kebosanan, ekspektasi yang dangkal dari orang tuanya, dan nuansa rasisme di sekitarnya.

Dalam perjalanannya mencari jati diri, Hazal membuat kesalahan fatal dari sekedar mencuri lipstik sampai menggunakan kekuatan tumpul, yang pada akhirnya membuatnya melarikan diri ke Istanbul.

Selain menulis novel, wanita 32 tahun ini kesehariannya bekerja sebagai seorang jurnalis. Dia menulis tentang banyak topik seperti budaya, imigran, minoritas di Jerman, konflik serta topik menarik lainnya.

Sementara itu, Media Officer MIWF Irmawati Puan Mawar mengatakan, tema ‘Voice/Noise’ atau Suara/Kebisingan tersebut dianggap relevan dengan kondisi saat ini, yang seiring dengan sejumlah topik penting, yakni 20 tahun Reformasi Indonesia, Pilkada Serentak 2018 dan persiapan menuju Pemilihan Presiden tahun 2019.

“Berbagai topik ini membuat masyarakat kembali menyaksikan kegaduhan politik dan banjir informasi dan berita terkait pemilihan umum,” kata Irma.

Pada tahun ini MIWF membuka ruang-ruang diskusi untuk membahas sejauh mana para penulis dan pembicara lainnya menilai dan menyikapi 20 tahun perjalanan reformasi Indonesia.

“Hampir 90 penulis atau pembicara terlibat dalam lebih dari 70 mata acara diskusi, pembacaan karya, peluncuran buku, lokakarya ataupun pelatihan singkat, pentas seni dan pertunjukan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Makassar Internasional Writters Festival merupakan kegiatan tahunan yang dijalankan oleh Rumata’ Artspace, organisasi kebudayaan independen yang digerakkan oleh komunitas dan relawan. Sejak 2011, MIWF menjadi ajang bagi para penulis, pembaca dan masyarakat umum untuk menikmati berbagai kegiatan sastra, literasi, perpustakaan terbuka, film, musik, seni pertunjukan dan taman baca.