Ini Kronologis Kematian Balita di Gowa Versi Ayah Kandungnya

Reporter :
Editor : M N Ubay

Online24, Gowa – Seorang balita bernama Mufid (4,7) harus meregang nyawa. Ia meninggal diduga dianiaya oleh Ayah kandungnya yang bernama Hasan Basri (39). Hasan diduga melakukan tindak kekerasan berupa cubitan dan gigitan di beberap bagian tubuh Mufid.

Namun menurut keterangan Hasan, anaknya sempat jatuh dari motor pada Sabtu (5/5/2018) siang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Bontomarannu, AKP Roberth Naro.

AKP Roberth Naro menjelaskan, menurut pengakuan Hasan Basri, ia mengajak anaknya berkunjung ke Pantai Losari, Kota Makassar pada Sabtu (5/5/2018) pagi. Namun dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 14.00 Wita tepatnya di jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Mufid jatuh dari motor dengan posisi kepala lebih dahulu menyentuh tanah.

“Hasan Basri pun langsung kerumah adiknya, Rahmadani (35). Saat sampai, Rahmadani bertanya kenapa ini anakku (ponakan) panas, naik matanya, lebam mukanya,” terang AKP Roberth menirukan ucapan Rahmadani, Minggu (6/5/2018).

Tanpa pikir panjang, sesaat setelah itu Mufid langsung dilarikan ke puskesmas Patallassang, namun pihak puskesmas menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

“Setibanya di UGD RSUD Syech Yusuf sekitar pukul 15.30 Wita, Mufid dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit,” ungkap AKP Roberth.

Sementara itu, petugas kepolisian memprediksikan bahwa ada indikasi terduga pelaku mengarang cerita, seolah-olah kematian Mufid karena jatuh dari motor.

“Tidak menutup kemungkinan, bahwa alasan ayah korban (terduga pelaku) yang menyatakan korban jatuh dari motor, itu hanya alibi untuk membela diri dan terhindar dari jeratan hukum yang sengaja membuat cerita rekayasa kepada pihak keluarga,” jelas AKP Roberth.

Lebih lanjut, Kapolsek Bontomarannu menyebutkan bahwa balita tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara guna keperluan visum. Sementara Hasan Basri kini diinterogasi lebih lanjut di Mapolres Gowa.

“Perlu kiranya dilakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan saksi-saksi, utamanya keluarga terdekat korban guna mengungkap penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya.