Kasus Lampu Jalan Polman, Kejati Mulai Bidik Tersangka

Editor : Andhika BD
Gedung Kejati Sulsel

Online24, Makassar – Beberapa waktu terakhir ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, gencar memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan bertenaga surya di Kabupaten Polman.

Belakangan, Kejati Sulsel telah memeriksa puluhan kepala desa. Selain kepala desa, pihak Kejati juga telah memeriksa memeriksa Sekda Polman, Andi Ismail dan juga kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Lalu, sejauh mana progres perkembangan kasus tersebut? Kasipenkum Kejati,  Salahuddin, menjelaskan saat ini pihaknya masih terus menggali fakta serta bukti-bukti kuat dalam kasus ini.

Tujuannya guna mencari serta menemukan tersangka dalam kasus yang telah berproses ditahap penyidikan tersebut.

Salahuddin mengatakan bahwa alat bukti yang telah dikantongi oleh penyidik tersebut, nantinya akan dijadiakan acuan atau petunjuk untuk menemukan serta menetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Untuk saat ini kita belum bisa memastikan siapa yang akan dijadikan tersangka. Tapi yang pasti akan ada tersangka dalam penyidikan kasus ini,” ujarnya, Senin (7/5/2018).

Sekedar diketahui, 2015 Pemerintah Kabupaten Polman, melalui dana ADD mengucurkan anggaran Rp 4.610.074.000 untuk pengadaan lampu jalan tenaga surya, melalui Sekertariat Daerah (Setda) Pemkab Polman dan rekanannya yakni dari CV Zamzam.

Kemudian pada tahun  2016 Pemkab Polman kembali menganggarkan kembali proyek tersebut , melalui Dinas Kesehatan dan rekanannya yakni CV Barman sebesar sebesar Rp 889.020.000. Serta melalui Setda Pemkab Polman sebesar Rp 7.059.250.000 dan rekanannya yakni dari PT Alif Pratama juga CV Binanga dengan anggaran sebesar Rp 16.920.000.000, untuk pengadaan lampu jalan di 144 desa.

Di tahun 2017 Pemkab Polman kembali  mengadakan proyek tersebut melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  sebesar Rp 188.00.000. Serta melalui Sekda Pemkab sebesar Rp 8.941.680.000 yang dikerjakan oleh PT Alif Pratama dan CV Binanga sebesar Rp 13.536.000.000.