Dinkes-Kemenag Tandatangani MoU Pelayanan Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin

Reporter :
Editor : M N Ubay

Online24, Sungguminasa – Gerakan masyarakat sehat (Germas) adalah program peningkatan taraf hidup serta kualitas hidup masyarakat. Program ini telah dikembangkan di Kabupaten Gowa dan telah memasyarakat melalui aksi seluruh Puskesmas di 18 kecamatan.

Dalam pengembangannya, Pemkab Gowa melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berinovasi menggalakkan Germas dengan bekerjsama sejumlah unsur masyarakat termasuk Tim Penggerak PKK.

Gerakan ini tidak hanya menyasar kaum dewasa maupun lansia melainkan semua kategori usia termasuk Calon Pengantin (catin) dan merupakan sasaran penting dalam program ini.

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama antar keduanya oleh Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin dan Kepala Kemenag Gowa, Anwar Abubakar disaksikan Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis.

Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis saat membuka sosialisasi Germas yang turut dihadiri anggota Komisi 9 DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, mengatakan, edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin ini sangat tepat dilakukan sebagai antisipasi munculnya berbagai kondisi buruk yang bisa dialami para calon ibu setelah menikah.

“Saya berharap seluruh Puskesmas dan jajarannya dapat meningkatkan pelayanannya melalui komunikasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat khususnya bagi kesiapan para calon pengantin atau paling penting adalah para calon ibu,” ujar Muchlis.

Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin menjelaskan bahwa kerjasama edukasi kesehatan calon pengantin ini sudah diawali dengan kolaborasi Puskesmas Pallangga dengan KUA Pallanga.

“Kita berharap dengan kerjasama ini seluruh Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Gowa bisa memulai program edukasinya. Edukasi dari segi kesehatan tentunya dilakukan oleh pihak Puskesmas dan untuk edukasi dari segi agama tentunya menjadi tanggung jawab pihak KUA. Jadi sebelum dia menikah dia diedukasi dulu soal agamanya kemudian diedukasi lagi masalah kesehatannya. Semua itu menjadi penting diketahui calon pengantin bagaimana kesiapan calon ibu itu untuk menikah kemudian kesiapan hamil dan kesiapan melahirkan dan setelah melahirkan,” jelas dr Hasanuddin.

Germas di Gowa sudah berjalan dua tahun dan dibackup dengan berbagai inovasi yang diterapkan masing-masing Puskesmas. Inovasi-inovasi terapan Puskesmas antara lain tagline-tagline yang merupakan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan seperti Tali Kesorga (Kecamatan Peduli Kesehatan dan Olahraga) dan GS8 (Gerakan Sabtu Subuh Shalat Senam Sayur Suluh Sehat Surga) serta Mantap Kesorga, Liontin dan lainnya.

“Germas ini sudah memasyarakat bahkan sampai pada lorong-lorong permukimanmulai dari kabupaten, kecamatan hingga kelurahan dan desa. Khusus untuk kesehatan calon pengantin kita sudah telorkan pula Liontin (lembaga informasi terpadu calon pengantin) yang menjadi tagline Puskesmas Pallangga dan untuk inovasi ini telah diterapkan Puskesmas Pallangga dengan KUA setempat,” kata dr Hasanuddin.

“Calon pengantin harus dibekali pengetahuan kesehatan ini agar tidak terjadi kelahiran anak Stunting (kerdil) dimana kondisi anak itu tumbuh tanpa kesesuaian umur dengan tinggi badan,” tutupnya.