Dinilai Korupsi Oleh Mahasiswa, Begini Tanggapan Dispora Bantaeng

Reporter :
Editor : M N Ubay

Online24, Bantaeng – Dugaan korupsi pembangunan lapangan futsal di Kabupaten Bantaeng ditanggapi Kadispora, Syahrul Bayan, Kamis (10/5/2018).

Saat ditemui di ruangan Layanan Room Pacarita Olahraga Dispora Bantaeng, dirinya yang didampingi oleh Kasi Infrastruktur Bidang Olahraga, Muhrimin dan Kabid Olahraga, Nuralim Ilyas, dengan tenang memaparkan bahwa dugaan tersebut tidak benar. Pasalnya, anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah setempat hanya Rp 500 juta, lantas kondisi tempat pembangunan itu membutuhkan dana yang lebih.

“Proposal sudah masuk, tapi pemda punya kemampuan, tidak mungkin semua proposal yang masuk di pemda harus dipenuhi. Karena pembangunan proposal cair dananya Rp 500 juta, dengan segala kondisi yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muhrimin memaparkan pembangunan tahap pertama ini, dirinya menyebutkan bahwa salah satu penyebab lamanya pengerjaan adalah kondisi topografi (bidang tanah) yang tidak landai. Kendati demikian, Dispora Bantaeng berupaya untuk pembangunan tahap lanjut.

“Tahap pertama, dana itu habis pembangunan akses jalan, parkir, pondasi, selanjutnya pengerjaan saluran dan gorong-gorong. Jadi setelah itu, diratakan dengan timbunan pasir,” tambah Kasi Infrastruktur Bidang Olahraga Dispora Bantaeng, Muhrimin kepada Online24.

“Kita sudah usulkan pengerjaan lanjutan seperti gawang, kamar ganti, pagar keliling lapangan. Jadi memang yang dipertanyakan itu wajar, kenapa lapangan belum jadi? Tentunya kalau kita berpikir yang logis, lapangan itu membutuhkan aksesoris yang lengkap,” jelasnya.

“Belum lagi, kondisi tempat yang sebenarnya itu tidak landai, makanya belum jadi. Makanya kalau ada yang mempertanyakan ini, kami membenarkan bahwa memang belum jadi, karena kita tidak memungkinkan selesaikan dengan cepat, karena itu tadi. Tapi kami upayakan ada tahap selanjutnya,” tegasnya.

Sehingga, lanjut Syahrul Bayan, pihaknya menunggu tim anggaran, kenyataannya itu jumlah yang disediakan tidak mencukupi. Sementara ini Dispora sudah prioritaskan pembangunan tahap lanjutan lapangan futsal itu.

“Pembangunan Lapangan Futsal Bonto Atu akan ada beberapa tahap, dan ini adalah tahap pertama. Semoga kedepannya bisa segera tuntas dan bisa segera digunakan untuk peningkatan prestasi dan pengembangan aktifitas masyarakat nantinya,” harap Syahrul Bayan.

Sebelumnya, dugaan korupsi ditubuh Dispora Bantaeng ini dilontarkan oleh aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Bantaeng Anti Korupsi (MABA AKSI) di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulselbar, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (7/5/2018) lalu.

“Sesuai nomor kontrak 06/SP/DISPORA/VII/2017 dengan masa kerja mulai dari 1 agustus 2017 sampai dengan 28 Desember 2017, tapi nyatanya sampai tahun 2018 ini, proyek pembangunan lapangan futsal tidak terselesaikan dan faktanya di lokasi tersebut hanya sebatas pondasi saja,” ujar para pendemo saat itu.