Revisi UU Anti Terorisme Tak Disahkan, Jokowi: Saya Akan Keluarkan Perppu

Editor : Aris Munandar
Jokowi mengenakan kemeja putih yang dibalut dengan jas dan bawahnya mengenakan sarung.
Jokowi mengenakan kemeja putih yang dibalut dengan jas dan bawahnya mengenakan sarung.

Online24, Surabaya – Presiden Joko Widodo bereaksi keras pasca teror bom di Mapolrestabes Surabaya. Jokowi geram aksi para pelaku dan meminta Revisi Undang Undang  Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme segera disahkan.

“Setelah kejadian di tiga lokasi. Di Surabaya kemarin, tadi malam ada kejadian lagi di Sidoarjo. Dan pagi hari terjadi lagi bom bunuh diri di Polrestabes, Surabaya lagi. Ini adalah tindakan pengecut, tindakan tidak bermartabat, tindakan yang biadab,” kata Jokowi, Senin (14/5/2018).

Jokowi yang didampingi Sekertaris Kabinet Pramono Anung dan Mendagri Tjahyo Kumolo meminta Kapolri menindak tegas para pelaku.

“Kita akan lawan terorisme, kita akan basmi sampai ke akar-akarnya kita sampaikan ke polisi, kepada Kapolri, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini.”

Kedua, Jokowi meminta DPR dan Kementrian terkait segera mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Sudah diajukan sejak Februari 2016. Sudah dua tahun untuk segera diselesaikan secepat cepatnya karena ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat TNI Polri baik dalam pencegahan maupun dalam tindakan,” kata Jokowi.

“Kalau bulan Juni belum selesai sidang saya akan keluarkan Perppu,” tegasnya.