Pernikahan Pasutri Pelaku Bom Gereja Surabaya Sempat Tak Direstui Keluarga

Editor : M N Ubay
Keluarga Pelaku bom Gereja di Surabaya. foto/istimewa
Keluarga Pelaku bom Gereja di Surabaya. foto/istimewa

Online24, Surabaya– Puji Kuswati dan Dita Upriyanto pasangan suami istri yang menjai pelaku pemboman gerej di Surabaya Minggu(13/4/2018) pagi ternyata sempat mendapat tentangan dari keluaara saat hendak menikah. Keluarga Puji sempat tek merestui pernikahan mereka karena Dita dikenal tertutup tak dan bisa berbaur dengan keluarga besar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rusiono selaku perwakilan keluarga Puji. Meski tak mendapat restu dari keluarga di Banyuwangi, namun keduanya tetap melangsungkan pernikahan dengan bantuan keluarga di Magetan yang sedari kecil merawat Puji

“Tapi, akhirnya mereka tetap melangsungkan pernikahan dan diurusi oleh keluarga angkatnya yang di Magetan. Ya keluarga di Banyuwangi akhirnya menerima,” ujar Rusiono, seperti dikutip dari laman Kompas.com.

Puji sendiri tercatat lahir di Desa Tembokrejo, Banyuwangi. Namun meski lahir di desa tempat orang tua kadungnya tinggal, Puji sudah meninggalkan desa tersebut sejak berusia 20 bulan. Menurut Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto, Puji merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Koesni dan Minarti.

“Bukan warga sini, hanya lahir di desa ini. Sesuai pengakuan dari pihak keluarga, sejak masih berusia 20 bulan sudah diasuh dan tinggal bersama bibinya di Magetan,” kata Sumarto.

Meski sempat tek merestui pernikahan mereka, namun keluarga Puji yang berada di Banyuwangi tetap memperhatikan Puji. Menurut Sumarto, Puji beberpa kali dibelikan mobil oleh keluarganya.

“Pernah dibelikan mobil tapi dijual terus. Terakhir dibelikan mobil, agar tidak dijual BPKB-nya tidak diberikan ada di Banyuwangi,” pungkas Sumarto.

Untuk sekedar diketahui, Puji Kuswati dan Dita Upriyanto adalah pasangan suami istri pelaku pengeboman Gereja di Surabaya pada minggu pagi. Mereka bersama 4 orang anaknya membagi tugas dalam melakukan pengeboman. Puji dan dua anaknya perempanya yang masih kecil meledak kan GKI. Sementara dua anak laki-laki mereka melakukan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, sedangakan Dita meledakan bom di Gereja Arjuna.