Melibatkan Anak Dalam Aksi Teror Bom Bunuh Diri Merupakan Kejahatan Kemanusiaan

Editor : Muh. Idris

Online24,Jakarta – Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di beberapa rumah ibadah, Kantor Polisi dan pemukiman warga di Surabaya sejak Minggu 13/05 hingga Senin 14/05 merupakan KEJAHATAN LUAR BIASA terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.

“Apapun alasan dan latar belakang aksi teroris yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku AKSI TEROS BOM BUNUH DIRI adalah merupakan keji dan tidak berprikemanusiaan,” Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Selasa 15/95 di Jakarta .

Berdasarkan ketentuan pasal 15 dan pasal 76C dari UU RI No. 35 Tahun 2014 serta Ketentuan Konvensi PBB Tentang Hak Anak tahun 1989, setiap orang dilarang menyuruh anak untuk mekakukan kekerasan atau turut serta melakukan kekerasan dan melibatkan anak dalam penyalagunaan kegiatan politik, pelibatan anak dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan termasuk mengajak anak terlibat dalam kegiatan aksi teror bom bunuh diri. Dengan demikian anak yang dilibatkan dalam aksi teror bom bunuh diri adalah merupakan korban.

Oleh sebab itu, pelibatan anak dalam aksi teror bom bunuh diri di Surabaya jelas-jelas merupakan perampasan dan penghilangan hak hidup anak secara paksa serta merupakan kejahatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.

Dengan demikian tidak ada toleransi terhadap segala bentuk aksi terorisme terlebih melibatkan anak-anak. olehnya itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak MENDESAK segera para pelaku aksi teror untuk menghentikan pelibatan putra putrinya dalam segala bentuk aksi teror, konflik dan penanaman paham radikalisme dan ujaran kebencian.

Alangkah tidak adilnya jika masa depan anak dikotori dan dihancurkan dengan kepentingan-kepentingan politik sesaat orang-orang dewasa.

MENGUTUK KERAS Segala perbuatan dan tindakan para elit politik, dan elit partai yang tidak mencerminkan keberpihakan dan empati terhadap korban bahkan cenderung mekakukan propokasi, sekaligus mendesak untuk segera menghentikan politisasi dan eksploitasi atas tragedi kemanusiaan yang menewaskan anak-anak.

Mengajak semua komponen bangsa lintas batas dan profesi mendukung kerja keras Kepolidian dan aparatus penegak hukum lainnya yang terus menerus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, termasuk memberikan perlindungan terhadap warga masyarakat termasuk anak-anak.

Mendukung gagasan Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah konstitusional dengan menetbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) Anti Terorisme, apabila DPR-RI tidak secepatnya mengesahkan UU Anti Terorisme yang dimaksud, demikian ditegaskan Arist.

Memberikan apresiasi terhadap AKBP. Roni Faisal Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya yang telah mengambil langkah menyelamatkan anak pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, demikian ditambahkan Arist.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu