Deklarasi Pemuda Sulsel Dalam Melawan Terorisme

Reporter :
Editor : M N Ubay

Online24, Makassar – Sejumlah organisasi kepemudaan melayangkan kecaman keras terhadap tindakan terorisme yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Dukungan demi dukungan pun disampaikan dengan penuh harapan agar aparat keamaman negara mampu menghalau agar tidak terjadi lagi, serta menangkap pelaku teroris yang beraksi pada sepekan terakhir.

Hal ini ditegaskan oleh organisasi kepemudaan sebagai aktivis, saat lakukan pertemuan deklarasi pemuda Sulsel bersatu melawan teroris, yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Sulsel, serta melibatkan GMKI, HmI, PMII, GMN, IMM, GP Ansor, KAMMI, dan Peradah Indonesia pada Selasa (15/5/2018) di Student Center GMKI, jalan Gunung Bawakaraeng, Kota Makassar.

Pada kegiatan itu, para aktivis ini menekankan bahwa terorisme tidak mutlak dilakukan oleh suatu kelompok agama. Pasalnya, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan tentang kekerasan.

“Serentetan insiden teror ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan kelompok agama. Kami mengamini, bahwa tidak ada satu pun agama yang menganjurkan hal itu,” ujar perwakilan GP Ansor.

Pertemuan ini juga momentum pembuktian pemuda Sulsel bersatu dalam mengawal pemberantasan segala bentuk teror di Indonesia. Mereka pun meminta agar aparatur negara yakni Pemerintahan, Badan Intelejen Indonesia (BIN), TNI dan Polri memberantas benih-benih teroris.

“Kekhawatiran kami itu, kami coba retas melalui kegiatan ini, jangan sampai kami teman-teman pemuda terpancing atau terprovokasi dengan adanya tindakan-tindakan yang terjadi diluar, karena itu, kami dari lintas pemuda dan keagamaan melebur menyatukan diri sehingga tidak mudah terprovokasi,” ujar Ketua Komisi Ideologi Politik KNPI Sulsel, Nurkanita Maruddani Ashabul Kahfi.

Selain itu, organisasi kepemudaan ini meminta agar Presiden RI segera melakukan evaluasi terkait regulasi yang berlaku, sehingga aparatur negara mampu bergerak dalam menindak terorisme di Indonesia.

“Kami melihat aparat secara struktural sudah sampai hingga di pedesaan, namun bagaimana bisa hal ini sampai kecolongan. Kami ingin pengawasan dan pengamanan secara masif hingga ke tataran RT/RW lebih ditingkatkan,” ucap Nurkanita.

“KNPI juga berharap RUU tentang Anti Terorisme itu segera digodok, kemudian disahkan agar bisa menjadi pedoman perundang-undangan untuk jalannya proses pengamanan oleh aparat,” harapnya.