Nurdin Abdullah : Luwu Raya Potensi Jadi Kawasan Mandiri Pertanian

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Palopo – Kawasan Tana Luwu disebut-sebut sebagai salah satu daerah yang potensi akan sumber daya alam pertanian dan ekonominya. Bahkan bisa jadi kawasan pusat pertumbuhan ekonomi dengan potensi penghasil coklat serta kemandirian penggadaan benih.

Hal tersebut diunggkapkan calon Gubernur Sulsel, Prof.Nurdin Abdullah yang menyimpan kekaguman terhadap potensi yang dimiliki tana luwu. Ada sesuatu yang berbeda dibandingkan daerah lain.

“Luwu sebgai potensi penghasil coklat dan daerah kemandirian pengadaan benih. Kedepan kita harus mendorong sektor pertanian menjadi prioritas unggulan,” kata Nurdin Abdullah kepada wartawan di RM Cafe Paris, Palopo, Selasa (15/5/2018) malam.

Bupati Bantaeng non aktif ini menegaskan, membangun pertanian adalah sebuah keniscayaan untuk tidak hanya dinikmati generasi saat ini, namun juga untuk didedikasikan bagi generasi yang akan datang. Desain membangun pertanian harus berorientasi jangka panjang, tanpa melupakan penyelesaian jangka pendek.

“Kita jangan mewariskan impor dan kemiskinan bagi generasi mendatang,” ujarnya agak berfilosofis.

Dalam membangun pertanian jangka panjang dan berkelanjutan, lanjut Nurdin Abdullah, sudah tidak relevan lagi menggunakan paradigma lama. Pembangunan berbasis pertanian (agricultural led development) perlu dirubah menjadi berorientasi pada dua paradigma baru yaitu paradigma pertanian untuk pembangunan (agriculture for development) dan paradigma pertanian bio- industri berkelanjutan.

Memperhatikan potensi sumberdaya pertanian dan karakteristik archipelago I basis strategi dasar membangun pertanian fokus pada komoditas pangan strategis atau unggulan dan fokus pada wilayah/kawasan yang memiliki keunggulan komparatif.Sehingga, strategi, kebijakan, skala prioritas dan tahapan membangun pertanian.

“Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, di antaranya menitikberatkan pada upaya mewujudkan kedaulatan kangan dan mensejahterakan petani yang bertumpu pada kemampuan dan kekuatan untuk mengatur pangan secara mandiri,” pungkasnya.