Harga Sembako Jelang Ramadan di Palopo Terpantau Stabil

Reporter :
Editor : Aris Munandar
Pjs Wali Kota Palopo, Andi Arwien Azis, melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok di Pusat Niaga Palopo (PNP),Rabu (16/5/2018) siang. (Djaya/O24)
Pjs Wali Kota Palopo, Andi Arwien Azis, melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok di Pusat Niaga Palopo (PNP),Rabu (16/5/2018) siang. (Djaya/O24)

Online24, Palopo – Jelang masuknya bulan suci Ramadan, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Palopo, Andi Arwien Azis, melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok di Pusat Niaga Palopo (PNP), Rabu (16/5/2018) siang.

Pria yang juga Kepala Dinas BPKAD Sulsel itu datang didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palopo, Kepala Bidang Perekonomian, Kabag Humas Pemkot Palopo, Kepala Pasar dan beberapa petugas di Pusat Niaga Palopo.

Di sela-sela pemantauannya, Andi Arwien secara langsung menanyakan harga bahan kebutuhan pokok dan juga stok pasokan sembako menjelang bulan puasa kepada para pedagang.

“Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok seperti lombok besar, daging dan bawang putih masih stabil. Bahkan ada beberapa yang mengalami penurunan harga,” kata Andi Arwien Ical usai melakukan pemantauan.

Seperti lombok kecil, jika sebelumnya dijual dengan harga Rp23 ribu per kilo, kini menjadi Rp20 ribu per kilo. Sedangkan daging impor, harga saat ini yaitu Rp85 ribu per kilo. Sementara daging lokal Rp100 ribu per kilo.

“Hampir semua bahan pokok tidak ada yang mengalami kenaikan signifikan. Semua cenderung stabil. Semoga ini bisa kita jaga terus hingga hari Lebaran,” ungkapnya.

Selain memantau harga kebutuhan pokok, dalam pemantau kali ini,Andi Arwien juga mengeluhkan persoalan padatnya lokasi para pedagang di dalam PNP. Terutama menyangkut penempatan lapak atau los pedagang yang menghalangi serta menutup beberapa jalur jalan sehinga terjadi penyempitan

“Kenapa terjadi penyempitan? Ini juga lapak atau Los pedagang menempati akses jalan, perlu penataan dan pengaturan agar lebih tertib. Segera tindak lanjuti itu,” perintah Andi Arwien kepada petugas Pasar PNP yang ikut mendampinginya.