Sudah Digali, Kuburan Bomber Gereja Surabaya Ditimbun Lagi

Editor : M N Ubay
Ilustrasi (int/Merdeka.com)
Ilustrasi (int/Merdeka.com)

Online24, Surabaya – Jenazah pelaku bom bunuh diri di Gereja Surabaya batal dimakamkan di TPU Putat Gede. Hal tersebut lantara warga sekitar menolak Jenazah para bomber dimakamkan di TPU tersebut.

Seperti dilansir dari lamam Kumparan.com, akibat penolakan warga, pemakaman terpaksa batal dilakukan. Liang lahat yang sudah digali juga ditutup lagi oleh warga.

“Tidak jadi dimakamkan. Belum jadi. Yang jelas belum dimakamkan hari ini. Liang lahat juga ditimbun lagi oleh warga,” Kapolsek Sawahan Kompol Dwi Eko, Kamis (17/5/2018).

Dwi menambahkan bahwa warga berdatangan ke makam dan membawa cagkul dan sekop dari rumah. Tanpa komando, mereka langsung menututp kembali kuburan yang sudah di gali.

“Warga tambah sore tambah banyak. Mereka datang bawa cangkul dan sekop dari rumah. Tentu kami tidak bisa menahan. Tugas kami hanya mengamankan. Perintah koordinasi lebih lanjut saya belum tahu,” tutur Dwi.

Sementara itu pegurus makam yang tak disebutkan namanya mengatakan salah satu alasan warga menolak jenazah bomber dimakamkan di TPU tersebut adalah karena salah satu korban ledakan bom di Gerja GPPS Arjuna juga dimakaman di tempat tersebut .

“Paling banyak warga Dukuh Kupang Selatan. 50-an orang lebih. Mereka bawa pacul(cangkul) dan sekop. Tanpa perintah langsung nimbuni galian kubur. Jadi lubang sudah ditutup lagi tadi sekitar pukul 16.00 WIB,” ungkapnya seperti dikutip dari Kumparan.com.

Tak hanya ditolak oleh warga, bahkan pihak keluarga juga enggan mengambil jenazah para bomber tersebut.