Hillary Clinton Incar Posisi CEO Facebook

Reporter :
Editor : M N Ubay
Hillary Clinton. Foto/internet
Hillary Clinton. Foto/internet

Online24, Washington DC – Hillary Clinton pasca dikalahkan pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 lalu, Ia tak pernah memunculkan dirinya.

Namun baru-baru-baru ini, pesaing Donald Trump itu menampakkan diri dihadapan publik saat menerima penghargaan Radcliffe Medal di Harvard University, Cambridge, Amerika Serikat pada Jumat (25/5/2018) waktu setempat. Setelah menerima penghargaan, ia berkesempatan memberikan sambutan.

Bukan hanya itu, Hillary bahkan mendapat pertanyaan nan menggelitik dari Jaksa Agung, Maura Healey yang juga seorang simpatisan partai Demokrat Massachusetts.

“Anda ingin berkarier di perusahaan. Kira-kira, perusahaan apa yang ingin Anda duduki sebagai CEO?,” tanya Healey.

Tanpa disangka, Hillary menjawab ingin menjadi CEO di Facebook. Dengan kata lain, Hilarry ingin melengserkan Mark Zuckerberg dari kursi pimpinan perusahaan media sosial terbesar di dunia itu.

Sebagaimana dilansir dari c|net (cnet.com), alasan Hillary memilih Facebook karena sebagai platform yang sangat memberi pengaruh.

“Facebook merupakan platform berita terbesar di dunia. Kebanyakan orang di Amerika Serikat mendapatkan berita dari sana. Mereka tak peduli, berita di Facebook benar atau tidak,” jelas Hillary seolah menyindir Zuckerberg.

Hillary lantas menyatakan, Facebook sekarang sedang berupaya mengatasi beberapa konsekuensi tak terduga dari model bisnis yang dijalankan. Menurutnya, hal tersebut penting bagi demokrasi di mana masyarakat harus mendapatkan berita akurat.

Hubungan antara Hillary dengan Facebook memang bisa dikatakan kurang harmonis. Pasalnya, Facebook teledor menyerahkan data jutaan pengguna demi kampanye sang rival Hillary, yakni Trump. Facebook bahkan tak sadar telah diintervensi Rusia.

Seperti diketahui, intervensi Rusia terhadap Facebook bertujuan utama menggiring pemilih di Amerika Serikat untuk memilih Trump ketimbang Hillary. Rusia menebar propaganda nirakurasi kepada para pengguna Facebook di negara Paman Sam.