Paus Ini Mati Setelah Telan 80 Kilogram Sampah Plastik

Editor : Aris Munandar
Sebelum menemui ajalnya, paus itu ditemukan sudah dalam kondisi sakit dan tidak bisa berenang di, pada Senin (28/5) lalu. (AFP/THAIWHALES)
Sebelum menemui ajalnya, paus itu ditemukan sudah dalam kondisi sakit dan tidak bisa berenang di, pada Senin (28/5) lalu. (AFP/THAIWHALES)

Online24, Makassar – Kerusakan lingkungan jadi ancaman serius bagi ekosistem di perairan Thailand. Terbaru, seekor paus pilot ditemukan mati karena menelan 80 kilogram sampah plastik di perairan Thailand di Kanal Na Thap, Jumat (1/6/2018) lalu.

Sebelum mati, paus ditemukan warga dalam kondisi sakit dan tidak bisa berenang pada Senin (28/5/2018) lalu.

Dilansir dari BBC Indonesia, para petugas perairan Thailand sudah mencoba menarik paus itu agar tetap terapung. Namun, apa daya ia tewas karena tubuhnya yang terlanjur tidak bisa mencerna makanan akibat kantong plastik yang beratnya mencapai 80 kilogram.

“Jika ada 80 kantong plastik di tubuh Anda, Anda akan meninggal,” ujar ahli biologi kelautan, Thon Thamrongnawasawat kepada kantor berita AFP. Plastik-plastik itu kata dia, menghalangi tubuh paus untuk mencerna makanan.

Thailand adalah salah satu negara pengguna kantong plastik terbanyak di dunia. Kantong plastik diyakini telah membunuh ratusan hewan laut di perairan Thailand setiap tahun.

Guna mengatasinya, bulan lalu, pemerintah Thailand mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menerapkan denda terhadap penggunaan kantong plastik.