Persebaya Klaim Harusnya Menang WO Atas Persija

Editor : Aris Munandar
Selebrasi dari Pemain Persebaya, Misbakus Solikhin usai mencetak gol ke gawang Arema FC. (Foto: persebaya.id)
Selebrasi dari Pemain Persebaya, Misbakus Solikhin usai mencetak gol ke gawang Arema FC. (Foto: persebaya.id)

Online24, Bantul – Persebaya mengklaim jika harusnya mereka menang WO atas Persija dalam lanjutan Liga 1 2018 Pekan ke-12. Klaim ini dilontarkan buntut dari pembatalan duel kedua tim di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu (3/6/2018) malam.

Pembatalan ini sendiri disampaikan oleh Budi Winarko selaku match comisioner. Keputusan ini diambil setelah kepolisian setempat tidak memberi ijin usai bentrok terjadi antara oknum suporter dari dua belah pihak yakni Jak Mania dan Bonek di luar stadion beberapa jam sebelum kick-off.

“Kami sudah punya catatan tentang fakta kejadian. Dan saya akan melaporkan semuanya ke pihak federasi,” kata Budi Winarko.

Tim Bajul Ijo menilai Panitia Pelaksana (Panpel) Persija tidak siap menyelenggarakan laga tersebut. Dilansir dari situs resmi Persebaya, ketidakseriusan itu terlihat dari bantuan keamanan yang mereka libatkan yang dinilai sangat sedikit dibandingkan potensi suporter dari kedua tim yang datang dalam jumlah besar.

Bahkan, permintaan dari pihak kepolisian agar adanya layar lebar agar suporter yang tidak bertiket untuk bisa menonton di luar stadion pun, tidak digubris oleh panpel.

Chief Operating Oficier PT LIB (Liga Indonesia Baru) Tigorshalom Boboy juga sangat menyesali pihak Panpel Persiija yang tidak mampu menyelenggarakan pertandingan tersebut. Tigor bahkan menyarankan agar tim Persebaya tetap berangkat ke stadion untuk bersiap siap melanjutkan pertandingan.

Atas saran dari Tigor tersebut, Persebaya langsung bergerak ke stadion. Namun, sial, di dalam diperjalanan, bis yang mengakut pemain Persebaya dicegat ditengah jalan oleh pihak kepolisian dan disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan. “Kami sebenarnya sudah siap untuk bertanding,” kata Chairul Basalamah, manajer Persebaya.

Terkait status pertandingan tersebut, Chairul menyerahkan sepenuhnya kepada federasi dan operator kompetisi. Ia berharap ada sanksi kepada Persija karena terlihat tidak tanggap menggelar pertandingan itu.

“Semoga ada keputusan yang adil dan bisa memberikan pelajaran bagi mereka yang tidak siap menyelenggarakan pertandingan. Karena sudah merugikan banyak pihak,” tegas Chairul.

Jangan Lewatkan Berita Terbaru lainnya
Ikuti Online24jam.com di social Media Kamu