Mahasiswanya Ditangkap Saat Pesta Ganja, Ini Kata WR III Unibos

Reporter :
Editor : Andhika Bd

Online24, Makassar- Wakil Rektor III Universitas Bosowa (Unibos), Dr Abdul Haris Hamid memberikan klarifikasi terkait penggerebekan empat orang mahasiswa saat pesta ganja di Sekretariat Mapala Universitas Bosowa (Unibos) dini hari tadi.

Dia mengatakan saat ini tidak ada Mapala sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unibos. Pasalnya sejak tahun 2006 lalu Mapala telah dibekukan di Kampus ini.

“Jadi Mapala telah dibekukan melalui Surat Keputusan Rektor Universitas 45 dengan nomor 008/02/U-45/011/2006. Semua UKM yang terdaftar di Unibos itu sekretariatnya berada di dalam kampus bukan diluar,” tegasnya.

Dia juga menambahkan salah seorang yang ditangkap oleh anggota Resmob Panakkukang memang berstatus sebagai Mahasiswa Unibos tetap telah lama di Drop Out (DO).

“Ada satu orang yang tercatat dalam sistem akademik tapi orangnya sudah di DO sejak lama,” katanya.

Haris menjelaskan dalam aturan akademik di Unibos, mahasiswa adalah mereka yang terdaftar dan melakukan pembayaran per semesternya serta mengikuti perkuliahan.

“Jadi kalau dia tidak terdaftar pada semester berjalan maka tidak berhak menggunakan nama mahasiswa Bosowa,” kata dia.

Selain itu, terkait empat orang yang mengaku sebagai mahasiswa Unibos saat tertangkap polisi, Haris mengaku akan menelusuri kebenarannya. Sebab, empat orang tersebut tidak terdeteksi di sistem akademik Unibos.

“Empat orang yang mengaku mahasiswa Unibos itu tidak terdeteksi dalam sistem akademik kita. Untuk itu kita akan telusuri terlebih dahulu, jika terbukti, mereka pasti akan dipecat (DO) karena telah menggunakan obat-obatan terlanrang. Namun jika bukan mahasiswa Unibos kita akan tuntut karena telah mencemarkan nama baik Unibos,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, empat orang mahasiswa diamankan setelah polisi menggerebek Sekretariat Mapala Universitas Bosowa (Unibos) di Jalan AP Pettarani II, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (5/6/2018) dini hari.

Mahasiswa tersebut bernama Edy (25), Resha Amir (24), Daswar Pratama (22) dan Muh Resky (20). Keempatnya dipergoki anggota Resmob Polsek Panakkukang ketika melakukan pesta ganja.

Dari pemeriksaan awal terhadap para pelaku, polisi langsung melakukan pengembangan ke rumah Hajrul Aswadi (30) yang diduga sebagai pengedar ganja di Jalan Perintis KM 10, tepatnya di BTN Wasabe.

“Kita melakukan pengembangan ke rumah Hajrul Aswadi dan menemukan satu paket ganja yang disimpan dalam tas kecil warna hitam dan satu paket ganja di dekat jendela,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap.

Sementara dari tangan para pelaku polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua paket ganja kering, satu lenting ganja sisa pakai, 27 kertas papir marijuana warna putih, sebilah badik, uang tunai sebesar Rp475 ribu beserta barang bukti lainnya.

[fbcomments]