Beraksi di 9 TKP, Pelaku Curat Lintas Daerah Dibekuk Polisi

Reporter :
Editor : M N Ubay
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal F. Rakhman didampingi Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Ivan Wahyudi saat menggelar jumpa pers di Mapolrestabes Makassar.
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal F. Rakhman didampingi Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Ivan Wahyudi saat menggelar jumpa pers di Mapolrestabes Makassar.

Online24, Makassar– Tim Jatanras Polrestabes Makassar meringkus, FR (22), residivis pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) lintas kabupaten. Dia ditangkap di Jalan Pongtiku, Kota Makassar, tadi malam.

Pada saat ditangkap sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan pelaku hingga ke Jalan Rappokalling. Namun pelaku berhasil diamankan saat berusaha bersembunyi di salah satu rumah warga.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Jamal F Rakhman mengatakan pelaku merupakan residivis pelaku curanmor di beberapa daerah di Sulsel. Selain itu dia juga pernah terlibat tindak pidana pencurian dan pemberatan.

“Untuk TKP nya di wilayah hukum Polrestabes Makassar dan sebagian lagi di daerah, tercatat untuk TKP Ranmor sebanyak 9 sedangkan kasus curat 1 TKP,” kata Kompol Jamal F Rakhman saat menggelar rilis kasus di Mapolrestabes Makassar, Rabu (6/6/2018).

Dari tangan pelaku, polisi menyita delapan unit sepeda motor hasil curian dan dua mata kunci letter T. Dimana lima barang bukti tersebut merupakan hasil pengembangan hingga ke Kabupaten Sinjai.

“Lima motor hasil curian yang disita dari hasil pengembangan Anggota Jatanras Polrestabes Makassar ke Sinjai. Karena semua motor curiannya di jual ke daerah,” ungkapnya.

Menurut Jamal, pihak Jatanras masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan kasus caranmor lintas daerah ini.

“Kita masih dalami kasus ini guna mengungkap semua jaringan yang ada di daerah,” ungkapnya.

Sementara dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 363 dan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara selama sembilan tahun.