Seorang Meteorologi Senior Asal Arab Saudi, Mengatakan Ramadan Tahun Ini Hanya 29 Hari

Editor : Muh. Idris
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Abdul Wahid Tahir (kiri) melakukan pantauan hilal di atas Gedung Mall GTC, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (22/8/2017).
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Abdul Wahid Tahir (kiri) melakukan pantauan hilal di atas Gedung Mall GTC, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (22/8/2017).

Online24,Makassar – Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya penentuan akhir Ramadan masih sering menjadi perdebatan.

Bahkan seorang meteorologi senior asal Arab Saudi, Abdulaziz Al Husseini mengatakan bahwa tahun ini, bulan Ramadan hanya akan berlangsung selama 29 hari, dengan kata lain Hari Raya Idul Fitri akan dirayakan pada 15 Juni mendatang.

Ia menegaskan bahwa kalendar Islam secara langsung mengikuti siklus bulan, di mana setiap bulannya terdiri dari 29-30 hari. Karena pergeseran inilah, kalendar Islam tidak dapat menentukan tanggal yang tepat untuk suatu perayaan.

Diperlukan perhitungan yang tepat untuk melihat momen ketika bulan sabit muncul. Tidak sembarangan, kemunculan bulan sabit juga harus disaksikan oleh dua orang saksi yang ahli dalam bidang meteorologi.

Hal tersebut secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan tanggal dan bulan di setiap negara berbeda. Berarti, beberapa negara akan menyambut bulan baru lebih cepat dibandingkan negara lain.

Itulah sebabnya Perayaan Idul Fitri sering dilangsungkan pada hari yang berbeda dan di lokasi yang berbeda pula. Hanya para ulama, organisasi, dan pemerintah yang memiliki hak untuk menentukan tanggal pasti Idul Fitri.

Sebagaimana diketahui, awal Ramadan secara tradisional didasarkan pada kemunculan “hilal” yaitu sebuah metode tradisional yang telah disebutkan di dalam Al-Quran. Metode ini kemudian diamalkan oleh Nabi Muhammad SAW.

[fbcomments]