Danny Pomanto Copot 15 Camat Se Kota Makassar, Legislator Sebut Sebagai Tsunami Pemerintahan

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24,Makassar – Walikota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto menonaktifkan 15 Camat se-Kota Makassar.

Dari 15 camat yang non aktif ini, lima orang di antaranya telah mengundurkan diri terlebih dahulu yakni Camat Tallo, Camat Ujung Pandang, Camat Mariso, Camat Makassar, dan Camat Biringkanaya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Makassar dari fraksi Golkar, Syamsuddin Kadir angkat bicara. Menurutnya, tindakan danny pomanto tersebut sebagai tsunami pemerintahan.

“Ini tsunami pemerintahan, tiba tiba menganti sekaligus 15 camat se Kota Makassar, ada apa ?,” ujarnya, saat dikonfirmasi di DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Jumat (8/6/2018).

Hal ini pun mengundang reaksi DPRD Kota Makassar untuk mengajukan hak interpleasi mempertanyakan kebijakan Walikota Makassar.

“Kita akan ajukan hak interpleasi, saat ini sudah 10 orang yang telah bertandatangan syaratnya itu 7 dari dua fraksi berbeda, insya allah akan terus bertambah,” tuturnya.

Hak interpelasi, kata Syamsuddin Kadar hanya ingin mengetahui alasan pemberhentian camat tersebut.

“Kita hanya ingin tanya alasannya, ada kejadian luar biasa apa sehingga menonaktifkan seluruh camat bukan kita benci ke beliau,” tutupnya.

Diketahui, saat ini 10 Anggota DPRD Kota Makassar telah menandatangani pengajuaan hak interpleadi diantaranya, H M Said (PBB), Kamaruddin Olle (NasDem), Irwan Djaffar (NasDem), Syamsuddin Kadir (Golkar), Rahman Pina (Golkar ), Fasruddin R (PPP), Arifin (PKPI), sangkala sadiko (PAN) dan Jufri Pabe (Hanura).