Waspada Bumbu Kue Kadaluwarsa Jelang Lebaran, Satgas Pangan Parepare Lakukan Ini

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Parepare – Jelang IdulFitri Dinas Perdagangan Kota Parepare bersama satuan tugas (Satgas) pangan unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Polres Parepare, melakukan pengawasan barang beredar dan jasa yang kadaluarsa, di pasar Lakessi.

Kepala Bidang Metrologi Legal dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan, Hj Hasnawati mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan barang kadaluwarsa yang masih diperdagangkan.

“Kita cek barang yang sudah kadaluarsa, jika ada yang ditemukan, maka kita sarankan agar pedagang segera meretur barang kadaluwarsa tersebut, dan tidak diperjualbelikan,” ujarnya.

Menurut Hasna, ada beberapa bahan makanan yang ditemukan sudah kadaluarsa. Seperti, bahan pembuat kue, pewarna makanan, rum oil, galber, baking powder, kecap manis, nutri cake, bumbu racik, minuman yang sudah kadaluarsa dan pembersih lantai.
“Barang kadaluwarsa yang kita temukan, didominasi bahan pembuat kue,” katanya.

Hasna mengimbau, kepada masyarakat agar cerdas sebelum membeli, utamanya barang yang akan dikonsumsi. Guna mengantisipasi Terjadinya kontaminasi pada isi dari bahan barang beredar tersebut.

“Kita minta konsumen melihat standar mutu, baik dari masa kadaluarsa maupun bahan yang digunakan. Karena itu, membelilah sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Ingat, lihat dulu masa kadaluarsanya,” ujarnya.

Sementara, personel Satgas pangan unit Tipiter Polres Parepare, Aiptu Mulyono, mengimbau kepada pedagang untuk tetap menjaga kualitas barangnya sebelum diperjualbelikan kepada konsumen.
“Kita lakukan pendampingan untuk memantau makanan yang tidak layak konsumsi, ada temuan tapi tidak terlalu signifikan. Kita sudah ingatkan pedagang untuk meretur kembali barang kadaluwarsa oleh perusahaan,” jelasnya.

Barang yang diminta untuk diretur lanjut dia, merupakan bahan kebutuhan keluarga dan makanan anak-anak. Masing-masing ada yang kadaluarsa, ada yang tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa, dan tidak berlebel.
“Kita lakukan ini untuk kebaikan pedagang itu sendiri, agar pembeli tidak bosan berbelanja di tempat itu,” katanya.

Salah seorang pedagang, Akbar Ali, mengaku, barang yang kadaluarsa tersebut sudah dipisahkan di tempat yang tidak dijangkau pembeli, karena akan diretur. Hanya saja kata dia, pihak perusahaan barang itu belum tiba untuk melakukan retur.
“Biasanya kampas datang satu bulan sekali. Tidak mungkin kita mau jual barang yang sudah kadaluarsa,” katanya.