ACC Akan Surati KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi APBD Sulbar

Editor : M N Ubay
KPK (foto: int)
KPK (foto: int)

Online24, Makassar – Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan melakukan pemantauan langsung terhadap perkara dugaan korupsi penyimpangan dana APBD Sulbar tahun 2016 terus berdatangan. Desakan tersebut muncul pada majelis hakim Tipikor Sulbar megalihkan penahanan keempat terdakwa kasus tersebut selama libur lebaran.

Salah satu lembaga yang konsen di bidang Korupsi, Anti Corruption Committe (ACC) juga mendesak agar KPK memantau kasus tersebut.

Direktur ACC, Abdul Muthalib, mengatakan hal tersebut adalah tindakan yang konyol.

“Ini tindakan aneh dan konyol, alasan seorang terdakwa ditangguhkan penahanannya,” tegas Direktur ACC Sulawesi, Abdul Muthalib saat dikonfirmasi, Senin (11/6).

Muthalib menjelaskan terkait masalah penangguhan terhadap terdakwa. Telah jelas diatur di dalam pasal 31 KUHAP (Kitab Undang undang Hukum Acara Pidana).

Menurutnya penangguhan dapat diajukan oleh tersangka, terdakwa, penyidik, hakim dengan jaminan uang atau orang. Namun ada alasan subyektif penegak hukum menerima atau menolak permohonan tersebut.

Dirinya pun berharap adat Ketua pengadilan Mamuju segera memberikan konfirmasi terkait alasan penangguhan penahanan tersebut.

Apapun jaminan yang diberikan para tersangka, ini menimbulkan dugaan, kecurigaan telah terjadi transaksi ilegal untuk kepentingan penangguhan tersangka korupsi.

“Pastinya dengan peristiwa ini kami segera mendesak KPK memantau sidang kasus ini,” tegasnya.

Muthalib juga sangat menyayangkan sikap majelis hakim pengadilan Tipikor Mamuju, yang dengan mudahnya melepaskan penjabat daerah yang diduga terlibat kasus korupsi.

“Saya akan bersurat minta KPK awasi kasus ini,” tandasnya.

Keempatterdakwa yakni mantan ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara, mantan wakil ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan, mantan wakil ketua DPRD Sulbar Munandar Wijaya dan mantam wakil ketua DPRD Sulbar Harun, diatngguhkan penahanan nya sejak tanggal 6-21 Juni.

Dalam kurun waktu tersebut, mereka berada di rumah masing-masing dan akan kembali lagi menjadi tahanan lapas pada tanggal 21 Juni.