Tolak Penyerahan Begal Sadis, Ini Penjelasan Kapolres Gowa

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, akhirnya memberikan klarifikasi terkait penolakan penyerahan dua begal sadis yakni Andi Risaldi (22) dan AN (17) dari Timsus Polda Sulsel.

Shinto berdalih jika sebenarnya tidak ada penolakan. Dia mengatakan, seharusnya dilakukan gelar perkara terlebih dahulu.

“Tidak ada penolakan, sesuai dengan prosedurnya maka dilakukan gelar perkara terlebih dahulu sebelum menerima penyerahan tersangka dan barang bukti,” Ucap Shinto melalui pesan WhatApp, Selasa (12/6/2018).

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian dari Polres Gowa diluar dugaan menolak penyerahan dua orang begal sadis yang dibekuk Timsus Polda Sulsel. Kedua begal ini merupakan pelaku penikaman seorang wanita di bernama Eni Sulfaeni (21) di sekitar Lapangan Syech Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu (10/6/2018) malam.

Panit II Timsus Polda Sulsel, Aiptu Muh Iqbal Kosman mengakui adanya penolakan tersebut. Dia mengatakan kasus pencurian dengan kekerasan secara sadis itu diambil alih oleh Timsus lantaran sudah sangat atensi dan telah viral di dunia maya.

“Betul memang sempat mendapat penolakan tadi. Karena kasusnya sangat atensi dan sangat ramai di media sosial makanya kita ambil alih,” kata dia saat ditemui di Posko Timsus Polda Sulsel, Selasa (12/6/2018) dini hari.

Atas penolakan tersebut, Iqbal mengungkapkan bahwa kedua pelaku begal sadis ini akan diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel untuk ditangani lebih lanjut.

“Untuk proses selanjutnya akan ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Sulsel,” jelasnya.