Pertemuan Bersejarah Kim Jong Un dan Donald Trump

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Singapura menjadi sanksi sejarah pertemuan dua pemimpin dunia yang terkenal memiliki senjata nuklir, Amerika Serikat dan Korea Utara.

Dua pemimpin negara tersebut, Donald Trump dan Kim Jong Un menggelar pertemuan di negara yang terkenal dengan patung Merlionnya itu.

Sebelum bertemu secara one-on-one, Kim dan Trump sempat berjabat tangan selama 10 detik yang disaksikan jutaan pasang mata, baik secara langsung maupun melalui televisi. Ini adalah kali pertama keduanya bertemu.

Usai berjabat tangan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Selasa (12/6/2018), baik Trump maupun Kim sama-sama menyatakan optimisme terhadap pertemuan bersejarah ini. Keduanya kini sedang menggelar pertemuan one-on-one di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura.

“Senang bertemu Anda, Mr. President!” ucap Kim Jong-Un dalam bahasa Inggris sesaat usai duduk bersebelahan dengan Trump.

Sebelum pertemuan digelar, keduanya sempat memberi keterangan singkat ke media.

“Saya merasa sangat baik. Kita akan menjalani diskusi hebat dan akan sukses dengan luar biasa,” ucap Trump kepada wartawan saat duduk bersebelahan di salah satu ruangan di Hotel Capella yang menjadi lokasi pertemuan keduanya. Dia merujuk pada harapan dari pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-Un.

“Menjadi kehormatan bagi saya dan kami akan menjalin hubungan yang hebat nantinya. Saya tidak punya keraguan,” imbuh Trump.

Sedangkan Kim Jong-Un menyatakan jalan menuju pertemuan bersejarah ini tidaklah mudah dan diwarnai sejumlah ‘hambatan’.

“Tidak mudah untuk berada di sini.. Ada hambatan tapi kami mengatasi semuanya (hambatan-red) dan kami ada di sini hari ini,” ujar Kim Jong-Un dalam bahasa Korea yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah.

Dilansir Detik, saat duduk bersebelahan dengan Trump, Kim Jong-Un terus menebar senyum. Sementara raut wajah Trump terlihat serius.

Dalam ruangan itu, keduanya akan menggelar pertemuan one-on-one, yang hanya didampingi penerjemah masing-masing. Saat pertemuan one-on-one mulai digelar, awak media dipersilakan keluar ruangan. Pertemuan ini masih berlangsung hingga kini.

Usai pertemuan one-on-one, keduanya akan mengikuti pertemuan bilateral yang lebih luas pada pukul 10.00 waktu setempat. Selanjutnya, makan siang bersama akan digelar pukul 11.30 waktu setempat yang juga melibatkan delegasi AS dan Korut.

Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama antara kepala negara AS dan Korut dalam sejarah.