Penjualan Terus Menurun, Starbucks Akan Tutup 150 Gerai

Editor : M N Ubay

Online24, AS – Kedai kopi ternama asal Amerika Serikat, Starbucks, ddikabarkan akan segera menutup 150 gerainya di Amerika Serikat (AS). Hal ini dilakukan Starbucks karena rontoknya penjualan.

Penutupan diprioritaskan pada wilayah dengan jumlah toko Starbucks yang sudah terlampau banyak. Kabar penutupan rarusan gerai ini berpengaruh buruk pada anjloknya harga saham mereka. Pada Selasa (19/6/2018), saham mereka terjun 3,5 persen.

Chief Executive Officer Starbucks Kevin Johnson, mengatakan performa bisnis tidak mencerminkan potensi terbaiknya. Menurut Kevin, langkah tangkas mesti diambil Starbucks untuk memulihkan kepercayaan konsumen. Hingga Juni 2018, penjualan produk Frappucino telah melorot 3 persen

“Pada kuartal terakhir, kami mendapat guncangan akibat kasus rasial di Philadelphia. Ini berpengaruh besar terhadap tumbangnya toko-toko,” uajarnya.

Sekadar informasi, akibat aksi rasial oknum karyawannya, Starbucks menutup 8.000 tokonya di Amerika Serikat pada akhir Mei lalu.

Sementaara itu, analis ritel John Zolidis dari Quo Vadis Capital, menilai bahwa selama ini Starbucks memamg terlampau banyak membuka toko. Kondisi itu dipandang justru meruntuhkan bisnis raja kopi tersebut. Dengan membuka terlalu banyak toko di suatu tempat, penjualan produk menjadi bersifat kanibal. Ini menjadi peluang bagi restoran maupun kafe lain untuk menyalip dominasi Starbucks.