Unik! Pasangan Ini Menikah Dengan Menggunakan Sejumlah Asesoris Daur Ulang

Editor : Muh. Idris

Online24,Mumbai – Pernikahan identik dengan pesta meriah dan segala kemewahannya. Tak heran jika setiap pasangan relas menghabiskan semua tabungannya guna mewujudkan pesta pernikahan tersebut.

Namun tidak demikian dengan sepasang pengantin di Mumbai, India. Mereka memilih untuk tidak melaksanakan pesta pernikahan seperti pasangan pada umumnya. Deepa Kamath dan Prashin Jagger memilih untuk melaksanakan pesta pernikahan secara sederhana dan ramah lingkungan.

Mereka menggunakan produk daur ulang sebagai bagian dari pesta pernikahan mereka. Mulai dari dekorasi hingga alat makan. Keduanya memutuskan hal tersebut karena kecintaanya pada lingkungan.

Produk yang mereka gunakan adalah produk-produk yang sedapat mungkin tidak menghasilkan sampah. Misalnya mereka mengundang tamu melalui pesan di aplikasi, atau secara lisan dan tidak menggunakan cetakan kartu undangan.

Selain itu, papan selamat datang untuk tamu yang ditempatkan di depan gedung pernikahan terbuat dari kotak kardus bekas TV LED. Keduanya juga membuat poster dari kertas bekas dan barang-barang lainnya untuk mendekorasi gedung pernikahan.

Bahkan, souvenir yang diberikan untuk para tamu terkesan tidak biasa. Pasangan ini memberikan benih tanaman dan membungkusnya dengan potongan kain. Deepa dan Prashin ingin para tamu menanam benih tersebut di mana saja.

“Ada banyak kesalahpahaman tentang apa sebenarnya ramah lingkungan. Vendor berargumen bahwa menggunakan kertas tisu dapat dibenarkan karena bio-degradable tapi mereka tidak memahami jika untuk membuat tisu perlu ribuan pohon untuk dipotong,” ungkap Prashin yang juga seorang fotografer freelance seperti yang dikutip dari Indian Today, Senin (25/6/2018).

Deepa merasa vendor dalam pernikahannya, mengalami kesulitan karena ini merupakan tugas yang paling berat sekaligus membosankan.

“Kami butuh banyak pertemuan untuk meyakinkan mereka tentang hal-hal apa yang ingin kami gunakan dan mereka mencoba membujuk kami untuk menyerah dengan mengatakan ‘log kya kahenge’ (apa yang akan dikatakan orang),” jelasnya.

Walau begitu, pasangan tersebut tetap bersikeras menggunakan produk daur ulang yang diinginkan. Tapi kenyataannya, siapa sangka para tamu di pesta pernikahan itu ternyata merasa senang dan menyambut baik perubahan dalam pesta tersebut.