Jelang Pencoblosan, Kopel : Tolak Politik Uang

Editor : Muh. Idris

Online24,Makassar РJelang tahapan pencoblosan pilkada serentak tinggal satu hari lagi. Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia meminta agar potensi kecurangan jelang pelaksanaan pemungutan suara diwaspadai.

Hal ini disampaikan oleh Koordinasi Advokasi Kopel melalui pesan whatsap ke pada Online24jam.com, Selasa (26/6/2018).

“Justru hari-hari menjelang hari pencoblosan adalah hari yg sangat rawan terhadap kecurangan yang perlu di waspadai,” ujarnya.

Kopel melihat bahwa dalam setiap pesta demokrasi baik Pilkada Gubernur maupun kabupaten/kota praktek politik uang selalu dilakukan bahkan dimodifikasi dengan berbagai macam modus.

“Praktek politik yg menggunakan uang sebagai instrumen untuk mengarahkan pilihan pemilih ini, bagaimanapun, tidak boleh ditoleransi alias zero toleran,” tandasnya.

Menurut Razak, politik uang adalah bentuk kejahatan politik yang daya rusaknya sangat tinggi karena Melecehkan hak politik sebagai hak asasi warga dan berimplikasi menciptakan kerusakan moral politik warga serta tatanan demokrasi.

“Siapapun harus secara sadar melakukan penolakan terhadap politik uang baik mayarakat maupun penyelenggara Pilkada,” tuturnya.

Kopel Indonesia berharap Pilkada secara serentak yang didorong atas semangat membangun budaya demokrasi yang bersih benar-benar dijaga oleh seluruh kontestan, masyarakat, dan penyelenggara.