Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di 5 Daerah Ini

Editor : Andhika BD
Bawaslu.
Bawaslu.

Online24, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di lims daerah. Hal ini karena terjadinya dugaan pelanggaran saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 pada Rabu (27/6/2018) lalu.

Anggota Bawaslu, Ratna Dewi menjelaskan seperti yang terjadi di Lebak Banten. Kata dia, ada perbedaan jumlah suara yang digunakan dengan jumlah pemilih yang datang menggunakan hak suaranya.

“Dengan pemilih yang datang berarti ada kelebihan surat suara jika dibandingkan dengan pemilih yang tercatat di dalam formulir C7 dan pemilih A5, sehingga akan direkomendasikan ulang,” kata Ratna di Media Centre Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu kemarin dilansir Suara.com.

Temuan dengan kasus berbeda terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bawaslu menemukan ratusan surat suara yang telah tercoblos. “Kabupaten Jayawijaya surat suara tercoblos Pemilihan Gubernur (Pilgub) sebanyak 681 surat suara. Ini juga terindikasi pidana dan akan direkomendasikan untuk pemungutan suara ulang,” tuturnya.

Selain itu, Bawaslu juga menerima laporan di Palangkaraya dan Aceh Selatan ada pemilih yang tidak memiliki hak suara, namun ikut mencoblos ketika Pilkada berlangsung. “Ada pemilih memilih di dua TPS yang berbeda. Ini juga berpotensi dilakukan PSU,” ucapnya.

Sementara di Kabupaten Cirebon 2.470 surat suara dilaporkan hilang. Menindaki laporan ini, Bawaslu akan melakukan investigasi guna mencari surat suara yang hilang. “Investigasi tetap dilakukan Bawaslu apa kronologinya sampai kehilangan,” jelas Ratna.

[fbcomments]