Tape Beras Ketan Makanan Khas Tanah Bugis

Editor : Muh. Idris

Online24,Maros – Makanan khas Bugis yang di sajikan pada saat lebaran Idul Fitri dan acara lainnya yaitu tape beras ketan hitam.

Makanan tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun. Di daerah Bugis setiap tahunnya makanan tersebut selalu di sediakan.

Tapai atau tape adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi.

Ragi untuk fermentasi tape merupakan campuran beberapa mikroorganisme, terutama fungi (kapang dan jamur).

Tape hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi s. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, lunak, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket.

Tape berasal dari beras ketan hitam yang di campur sedikit beras ketan putih dengan campuran ragi.

Adapun cara pembuatan tape yakni; pertama, beras ketan hitam dan putih di campur lalu di cuci hingga bersih .

Kemudian beras ketan tersebut di rendam semalaman agar tape yang nantinya matang merata, setelah di rendam semalaman kukus hingga matang.

Lebih lanjut, beras ketan di taruh di wadah untuk di dinginkan, lalu di campur ragi sedikit demi sedikit dan campuran sedikit air.

Setelah dicampur ragi, beras ketan tersebut di bulat-bulat dan di padatkan lalu di letakkan di wadah yang sudah di siapkan yang bersih dan di ikat dengan sarung.

Tunggu waktu selama 3 hari agar tape tersebut rasanya manis seperti gula hingga mengeluarkan air dari campuran beras ketan dan ragi tersebut.

Pada saat lebaran sanak saudara datang bersilaturahmi di kediaman dan Tape tersebut di sajikan, Tape yang rasanya begitu manis membuat banyak orang yang menyukainya.

Biasanya tape di makan dengan gogoso supaya tidak begitu manis sekali bagi orang yang tidak terlalu menyukai manis. Jika terlalu banyak makan tape bisa membuat kita mabuk.

Dhana salah satu orang yang menyukai tape apalagi buatan sang nenek. Sekarang sudah banyak yang menjual tape karena cara pembuatannya agak mudah jikalau pembuat tersebut sudah berpengalaman.

Ada juga sebagian orang yang tidak tau membuat tape.Meski banyak orang yang sudah tau membuat tape, kadang kala rasanya itu berbeda-beda, tandasnya.

Laporan : Nurindah Apriliandy Pradhana Mahasiswa FKIP UNIVERSITAS MUSLIM MAROS