Sering Media Dilarang Liput Rekapitulasi Suara, Panwaslu : Tidak Boleh Ada Larangan

Reporter :
Editor : Muh. Idris

Online24, Makassar– Larangan peliputan kembali lagi terjadi pada saat rekapitulasi suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar.

Kali ini terjadi di Kantor Jongayya, saat rekapitulasi suara di tingkat kecamatan Talamate, Senin (2/7/2018).

Saat itu salah satu saksi
pasangan calon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) Kamaruddin Olle, mengusir wartawan dengan menutup pintu ruangan yang mesti terbuka.

“Keluar, anda tidak berkepentingan di sini,” ujarnya.

Tak hanya di Tamalate, namun juga di sejumlah kecamatan larangan peliputan saat rekapitulasi suara sering dialami para wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panwaslu Makassar, Nursary begitu menyayangkan sikap saksi yang menghalangi siapapun yang berkepentingan untuk ikut dalam proses rekapitulasi.

“Mari kita sama-sama mendorong proses rekapitulasi se-transparan mungkin. Semakin banyak yang mengawasi, semakin berani kita bicara keterbukaan informasi,”ujarnya, saat ditemui di Kantornya, Jalan Anggrek, Senin (2/7/2018).

Lebih jauh, Ia menjelaskan bagaimana mungkin penyelenggaran mampu menghadirkan pengawasan partisipatif jika akses pelayanan justru ditutup-tutupi.

“Ini juga akan membangun trust ke publik, bahwa KPU dan Panwaslu selaku penyelenggara betul-betul tidak ada yang ditutup-tutupi,” paparnya.

Selain itu, berdasarkan aturan rekapitulasi memang dilakukan secara terbuka.

“Aturan jelas rekapitulasi itu dilakukan dengan terbuka dengan catatan tidak mengganggu jalannya rekapitulasi,” tutupnya.