STIEM Muhammadiyah Palopo Pusatkan KKN di Luwu Utara

Editor : Asri Muhammad

Online24, Masamba – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Kota Palopo memilih Kabupaten Luwu Utara sebagai lokus atau pusat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Mahasiwa KKN dan perangkat kampus diterima langsung Asisten III Pemda Luwu Utara mewakili Bupati.

“2018 ini kita pusatkan KKN di Luwu Utara, tepatnya di dua kecamatan yaitu Malangke dan Malangke Barat, dengan jumlah desa sebanyak 26,” ujar Ketua STIEM Palopo DR. Salju Zainuddin, SE., MM, saat memberikan sambutan di acara Penerimaan 350 Mahasiswa KKN STIEM, Senin (2/7), di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara.

Salju menambahkan, KKN yang nantinya dilakukan mahasiswa adalah pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat desa, utamanya desa yang punya potensi cukup menjanjikan.

“Nanti kita tentukan satu desa untuk dijadikan percontohan. Karena kami punya program satu desa satu kabupaten sebagai pilot project, khusus di Luwu Raya,” ungkapnya.

“Kita fokus membina potensi yang ada di desa tersebut kemudian kita tentukan desa yang akan kita bina untuk dijadikan sebagai pilot project,” ucap Salju.

Ia nemambahkan, KKN saat ini berbeda dengan KKN dulu. “Tidak ada lagi mahasiswa KKN yang bikin pagar, cat pagar, karena mereka fokus pada kegiatan pemberdayaan,” terangnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Muhammad Kasrum, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada STIEM Muhammadiyah Palopo yang telah memercayakan Luwu Utara sebagai pusat kegiatan KKN PPM.

“Tentu ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Daerah karena Luwu Utara dijadikan lokus KKN,” tutur Kasrum.

Kasrum berharap agar seluruh mahasiswa yang melakukan KKN di Malangke dan Malangke Barat, untuk mengutamakan kegiatan yang bertsifat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Silakan adik-adik mahasiswa lakukan identifikasi kira-kira potensi apa yang cocok dikembangkan di desa tempat adik-adik KKN,” pinta Kasrum, seraya meminta kepada mahasiswa dan pendamping untuk terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat.