LBH Makassar Siap Dampingi Widya Korban Oknum Lurah Arogan di Jeneponto

Editor : Muh. Idris

Online24,Makassar – Sehubungan dengan viralnya, rekaman Video terkait sikap seorang oknum Lurah yang menolak menandatangani sebuah surat yang diajukan oleh warganya.

Pihak LBH Makassar menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan umum UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bahwa “Negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap warga negara melalui suatu sistem pemerintahan yang mendukung terciptanya penyelenggaraan pelayanan publik yang prima dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga negara atas barang publik, jasa publik, dan pelayanan administrative”.

Berdasarkan ketentuan Pasal 15 UU Pelayanan Publik, Kantor Kelurahan sebagai penyelenggara pelayanan public berkewajiban untuk, Memberikan pelayanan yang berkualitas, melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan; Membantu masyarakat dalam memahami hak dan tanggung jawabnya. Selain itu sesuai ketentuan Pasal 17 huruf e, Pejabat Lurah sebagai Pelaksana Layanan Publik dilarang “melanggar asas penyelenggaraan pelayanan publik”. Ujar Haswandy Andy Mas, Direktur LBH Makassar.

Maka berdasarkan rekaman video tersebut, sangat jelas sikap yang ditunjukkan oleh oknum Lurah tersebut telah melanggar kewajibannya sebagai penyelenggara sekaligus melakukan tindakan yang dilarang sebagai pelaksana pelayanan publik.

Tentang Ancaman Lurah yang hendak melaporkan Widya secara Pidana
Terlepas dari bantahan lurah tersebut yang konon dirinya hanya bercanda namun pernyataannya yang telah mengancam akan melaporkan Wanita yang merekam dan mengupload video rekaman tersebut, maka pihak LBH Makassar menganggap bahwa Sikap oknum Lurah menunjukkan sikap arogansinya.

Untuk itu LBH Makassar menyatakan mengecam tindakan oknum Lurah tersebut, yang telah bersikap arogan dalam memberikan pelayanan kepada warganya dan diduga telah melanggar UU Pelayanan Publik serta mendesak Plt. Bupati Jeneponto segera mengambil tindakan konkrit untuk memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum Lurah tersebut.

Mengecam sikap Lurah tersebut yang mengancam akan melaporkan secara pidana Wanita yang telah mengupload video rekaman sikap lurah tersebut;
LBH Makassar melalui 12 Advokat menyatakan kesiapan untuk membela kepentingan hukum Widya secara cuma-cuma (Prodeo/Probono), baik Widya sebagai Terlapor maupun jika Widya akan melapor balik tindakan oknum lurah tersebut (tidak terkecuali gugatan secara keperdataan). Jumlah Advokat tersebut, belum termasuk beberapa Advokat Publik lainnya baik Alumni maupun Jaringan yang telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung membela Widya.