Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Ditetapkan Sebagi Tersangka

Editor : M N Ubay
KPK (foto: int)
KPK (foto: int)

Online24, Jakarta – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan KPK, keduanya diduga terlibat dalam kasus suap

Irwandi diduga bersama-sama dengan seseorang bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal menerima suap dari Ahmadi. Suap tersebut terkait pengalokasian dan penyaluran dana otonomi khusus Provinsi Aceh tahun anggaran 2018.

“KPK meningkatkan status perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangkan. Yaitu IY (Irwandi Yusuf), HY (Hendri Yuzal), dan TSB (Syaifulo Bahri) sebagai penerima dan AMD (Ahmadi) sebagai pemberi,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/7).

Irwandi diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Ahmadi yang kemudian terungkap dari OTT. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui Syaiful dan Hendri. Uang sebesar Rp 500 juta itu diduga merupakan bagian dari commitment fee sebesar Rp 1,5 miliar yang dijanjikan Ahmadi.

KPK menyatakan Irwandi, Hendri Yuzal, dan Syaiful Bahri sebagai penyelenggara negara dan penerima suap dijerat dengan pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang 31/1999 yang diubah Dengan UU 20/2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Ahmadi sebagai pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya pada Selasa (3/7/2018) , KPK melakukan operasi tangkap tangan (ott) terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi.