Wartawan Dipukul Pemain Sepakbola dan Suporter Tim Liga 3 Saat Meliput

Editor : Asri Muhammad
ilustrasi pemukuluan
ilustrasi pemukuluan

Online24, Makassar – Nasib nahas harus dialami salah satu wartawan media online di Jember, Jawa Timur, bernama Oryza Ardiansyah Wirawan saat sedang meliput. Oryza dianiaya dan dikeroyok oleh sejumlah suporter dan pemain sepakbola tim Sindo Dharaka, Rabu (4/7) kemarin.

Penganiayaan ini terjadi saat pertandinga Liga 3 antara Persid Jember melawan Sindo Dharaka sedang berlangsung di Stadion Jember Spot Garden.

“Saat itu, pertandingan sudah berakhir, namun beberapa pemain dari Sindo Dharaka melakukan protes terhadap wasit, kemudian saya turun dari atas tribun untuk melakukan wawancara,” kata Oryza kepada sejumlah wartawan di Jember, seperti dikutip dari Antara.

Sebelum pemukulan terjadi, semula wasit memberikan hadiah penalti kepada Persid Jember di injury time yang membuahkan gol, sehingga skor Persid Jember vs Sindo Dharaka menjadi 1-1. Hal itu membuat para pemain Sindo Dharaka marah dan mengejar hingga melakukan pemukulan kepada wasit.

Oryza pun bermaksud ingin mengabadikan momen tersebut, namun justru dirinya yang menjadi sasaran kekesalan pemain dan suporter Sindo Dharaka.

‚ÄúSebagai jurnalis, saya mengabadikan peristiwa itu dengan menggunakan kamera ponsel, sehingga saya turun dari tribun. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang berpakaian doreng merampas ponsel saya dan menanyakan kenapa mengambil gambar,” jelasnya.

Teriakan seseorang yang merampas ponsel itu mengalihkan perhatian pemain Sindo Dharaka, yang sedang memprotes wasit, kepada Oryza. Tak lama kemudian, sejumlah pemain dan suporter Sindo Dharaka melayangkan tendangan dan pukulan kepada Oryza.

“Mereka memukuli saya dan menendang kaki saya saat berdiri tegak. Saya tidak tahu berapa pukulan yang melayang karena saya hanya berusaha melindungi kepala saya karena kalau kepala yang dipukul akan berakibat fatal,” lanjutnya.

Tidak lama kemudian, panitia dan aparat keamanan yang mengetahui pengeroyokan itu menyelamatkan Oryza dari aksi kekerasan para suporter dan pemain Sindo Dharaka. Oryza kemudian dibawa ke tempat yang aman dan ponselnya juga dikembalikan.

Penganiayaan dan pengeroyokan itu menyebabkan Oryza mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. Usai insiden tersebut, Oryza dirawat di Rumah Sakit Jember Klinik.

“Saya akan melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum agar diusut tuntas. Kejadian ini membuktikan bahwa pekerjaan jurnalis masih di bawah ancaman, pertandingan sepakbola seharusnya sportif,” kata dia.

Sebagai informasi, Sindo Dharaka merupakan hasil merger dua klub sepak bola dari Dharaka milik TNI dan Samudra Indonesia (Sindo). Sindo Dharaka dan Persid Jember saat ini tergabung dalam Grub G Liga 3 2018 Zona Jawa Timur.