Resmi Jabat Rektor UMI Makassar, Ini Tekad Prof Basri Modding

Editor : Aris Munandar
Prof Basri Modding, Rektor UMI periode 2018-2022 (Adam/Online24).
Prof Basri Modding, Rektor UMI periode 2018-2022 (Adam/Online24).

Online24, Makassar – Prof. Dr. H. Basri Modding, SE, M.Si resmi menjabat Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk periode 2018-2022. Ia dilantik Ketua Yayasan Wakaf UMI, Muh Mokhtar Noer Jaya di Auditorium Aljibra Kampus II UMI Makassar, Kamis (5/7/2018).

Ketua Yayasan Wakaf UMI, Muh Mokhtar Noer Jaya melantik Rektor UMI periode 2018-2022 Prof Basri Modding (Adam/Online24).

Prof Basri Modding bukanlah wajah baru di kampus swasta terbaik di Indonesia Timur itu. Pria kelahiran Jeneponto, 18 Agustus 1963 ini adalah alumni Fakultas Ekonomi UMI dan tercatat menjabat Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar sejak 2010 hingga 2018.

Ia terpilih setelah unggul suara dari Prof Hambali Thalib pada proses pemilihan Rektor UMI, Minggu (1/7/2018) lalu. Dua calon lainnya yang juga menyatakan maju, Prof Dirgahayu Lantara dan Prof Syahnur menyatakan mundur sesaat sebelum pemilihan.

Resmi menahkodai kampus UMI, Prof Basri Modding bertekad akan mewujudkan pengembangan karakter melalui tiga langkah. Kata dia, langkah pertama adalah dengan pendidikan karakter.

“Dan kita di UMI sudah punya wadahnya, Pesantren Padanglampe. Kedua perguruan tinggi menghasilkan potensi, dan perlunya literasi khususnya literasi teknologi. Ini perlu digaris bawahi, kalau kita mau maju kita harus menguasai teknologi informasi,” paparnya.

Rektor UMI periode 2018-2022, Prof Basri Modding bertekad mengembangkan karakter mahasiswanya. (Adam/Online24).

Sementara mantan Rektor UMI periode sebelumnya, Prof Masrurah Mokhtar berharap Prof Basri Modding bisa menjalankan amanah yang diberikan. Di sisi lain, perempuan 68 tahun ini juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf jika jika punya kesalahan selama menahkodai UMI pada 2010 hingga 2018.

“Selamat kepada adindaku Prof Modding, jaga amanah ini. Ini buka hanya kepercayaan dari civitas akademika UMI, tapi juga amanah dari Allah dan jangan lupa umrahkan seluruh karyawan. Saya juga meminta maaf atas kepemimpinan saya, ada tutur kata yang kurang mengenang. Saya sadar betul itu di luar kesengajaan saya,” tandasnya.

 

Mantan Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar mendapat cinderamata dari Ketua Yayasan Wakaf UMI, Muh Mokhtar Noer Jaya. (Adam/Online24).