Menteri BUMN : Obligasi Pelindo IV Percepat Konektivitas KTI

Editor : M N Ubay

Online24, Jakarta – Menteri BUMN, Rini M Soemarno dalam sambutannya optimistis penerbitan obligasi PT Pelindo IV dapat mempercepat pembangunan konektivitas Kawasan Timur Indonesia. Hal ini disampaikan Aloysius Kiik Ro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN saat menghadiri pencatatan penerbitan Obligasi I PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) sebesar Rp3 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Kamis (5/7/2018).

Pendanaan obligasi diperlukan oleh PT Pelindo IV untuk melanjutkan pembangunan berbagai project strategis yang telah mulai dilakukan sebelumnya di beberapa pelabuhan KTI, yaitu Makassar New Port, Bitung, Kendari New Port dan Pantoloan-Palu.

“Saya mengapresiasi langkah strategis PT Pelindo IV dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN untuk menyelesaikan program strategis nasional tersebut. Dengan demikian, APBN dapat lebih difokuskan untuk membiayai program pemerintah lainnya yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.” ujar Menteri Rini.

Hal ini sesuai kebijakan Kementerian untuk mendorong BUMN lebih mandiri, transparan dan berorientasi kepada kepentingan Nasional.

Sementara itu , Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung menjelaskan, meski merupakan aksi korporasi perdana, namun perseroan mencatat antusiasme para investor.

“Dari total Rp3 Triliun obligasi yang dilepas pada penerbitan perdana tahun ini, antusiasme para investor sudah melebihi jumlah penawaran (over-subscribed). Hal ini tentu sangat menggembirakan dan menunjukkan kepercayaan investor kepada PT Pelindo IV,” kata Doso Agung.

Doso Agung menegaskan, selain obligasi, PT Pelindo IV juga memanfaatkan dana internal perusahaan untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan lainnya di wilayah pengelolaan perusahaan. Sehingga, konektivitas antarpelabuhan dapat segera diwujudkan dan disparitas harga di wilayah Indonesia Timur dapat diatasi.

Bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi emiten berkode PIKI ini adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Dari catatan Perseroan, sejak Jumat (29 Juni 2018), Obligasi Pertama Pelindo IV senilai Rp3 triliun sudah memasuki penawaran umum dan diterbitkan pada Semester I tahun ini. Penerbitan surat utang tersebut dibagi dalam 3 tenor, yakni Seri A untuk lima tahun, Seri B untuk tujuh tahun dan Seri C untuk sepuluh tahun. Obligasi ini akan memiliki bunga tetap dan bunga dibayarkan setiap triwulan dengan basis 30/360.

Obligasi I Pelindo IV Tahun 2018 ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).

Doso Agung mengungkapkan, dana hasil penawaran umum obligasi akan digunakan oleh Pelindo IV untuk melanjutkan program investasi yang telah dimulai sebelumnya dan restrukturisasi keuangan perusahaan.

“Perseroan sebagai salah satu operator pelabuhan terbesar di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan kompetitor, baik dalam aspek bisnis, operasional, SDM dan tanggung jawab sosial. Sebagai contoh dalam aspek bisnis, Perseroan memiliki wilayah kerja yang luas dengan banyak potensi untuk pengelolaan sumber daya alam dan menciptakan konektivitas yang mendukung kegiatan Direct Call dan Direct Export,” jelas Doso.