Taman Wisata Bantimurung Riwayatmu Kini

Editor : Aris Munandar

Online24, Maros – Berbicara soal destinasi wisata di Sulawesi Selatan, tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan nama Bantimurung ke dalam salah satu referensi daftar kunjungan wisata kita.

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung atau biasa disingkat TN Babul terletak di Kabupaten Maros aaSulawesi Selatan.

Bantimurung sangat terkenal oleh air terjunnya yang khas dan menarik perhatian pengunjung.

Untuk bisa masuk menikmati air terjun tersebut, pengunjung hanya perlu mengeluarkan kocek seharga 25 ribu rupiah per-orang.

Harga yang cukup bersahabat, para pengunjung pun
tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut menikmati beragam keindahan alam yang memanjakan mata di tempat ini.

Selain pemandangan air terjun, Bantimurung juga memiliki pemandangan karst, berupa goa dengan stalaknit dan stalakmit yang Indah dan tentunya yang menjadi ikon tempat ini yakni kupu-kupunya.

Bahkan Alfred Russel Wallace menjulukinya sebagai The Kingdom of Butterfly (Kerajaan Kupu-kupu).

Kenapa demikian, karena terdapat berbagai jenis spesies kupu-kupu yang telah dilindungi dalam museum kupu-kupu Bantimurung.

Salah satu sudut yang begitu memicu rasa penasaran pengunjung di Bantimurung yaitu di samping air tejunnya ada tangga yang membawa kita menuju ke atas.

Rasa penasaran tersebut melangkahkan pengunjung mencari tahu apa yang dituju oleh tangga tersebut.

Tampak beberapa lapak pedagang di sepanjang jalan. Sekitar kurang lebih menapakkan kaki berjalan sejauh 400 meter, tibalah di tempat yang disebut Gua Batu.

Di sebelah gua ini juga terdapat air terjun namun tak sebesar air terjun utama.

Di dalam gua batu begitu gelap, oleh karena itu untuk menikmati sensasi keadaan dalam goa, pengunjung harus menyewa lampu senter dengan harga Rp 30 ribu.

Di Bantimurung juga terdapat berbagai fasilitas bagi para pengunjung, diantaranya ruang ganti, wisma, aula bagi pengunjung yang hendak mengadakan event, mushola, hingga kolam renang dan hotel.

Ada flyng fox, aneka jajanan maupun cinderamata, ada juga ban yang bisa disewa saat kita ingin asyik bermandi dan juga gazebo untuk tempat beristirahat keluarga.

Oleh karena itu, tak jarang banyak orang yang menjadikan Bantimurung sebagai alternatif utama pilihan tempat wisata sekaligus sebagai tempat piknik terbaik.

Tak lengkap rasanya jika kita pulang dari Bantimurung dengan tangan hampa.

Berbagai souvenir khas telah tersedia untuk kita bawa pulang sebagai buah tangan, mulai dari gantungan kunci sampai bingkai foto dengan ikon kupu-kupu.

Tak salah jika pengunjung juga tak melewatkan momen untuk membeli sebuah gantungan kunci dengan motif kupu-kupu tersebut.

Cukup merogoh kocek Rp 10 ribu, para pencinta destinasi sudah bisa membawa pulang salah satu kenangan khas di tempat yang juga kerap disebut be-em ini.

Di Bantimurung terdapat area parkir yang luas baik motor maupun mobil.

Lokasi wisata ini sangat strategis di lintas Kabupaten Maros-Bone dan bisa ditempuh kurang lebih satu jam dari Makassar.

Tanda yang paling mencolok dari Bantimurung adalah adanya patung monyet berukuran besar sebelum memasuki area gerbang.

Citizen Reporter: Baharuddin Lagasa Mahasiswa FKIP Bahasa & Sastra Indonesia Universitas Muslim Maros (UMMA)