Proses Pencarian Korban KM Lestari Maju Resmi Ditutup, 1 Orang Dinyatakan Hilang

Reporter :
Editor : M N Ubay

Online24, Makassar– Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar menghentikan pencarian terhadap korban KM Lesatari Maju yang kandas di Perairan Selayar. Operasi SAR resmi ditutup setelah memasuki hari ke tujuh.

“Sesuai sop operasi sar ditutup sekitar pukul 15.00 hari ini ( hari ke tujuh) kemudian dilanjutkan dengan pemantauan selama tiga hari oleh petugas Pos SAR Selayar. Satu korban dinyatakan hilang atas nama Aditya (1),” kata Humas Basarnas Makassar, Hamsidar, Senin (9/7/2018).

Penghentian operasi SAR berdasarkan pada Undang-Undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan serta Peraturan Pemerintah nomor 22 tahun 2011 tentang angkutan perairan dengan batas maksimal pencarian selama tujuh hari. Meski begitu, pencarian bisa dilanjutkan kembali apabila terdapat tanda-tanda tentang keberadaan korban.

“Operasi SAR bisa dibuka kembali jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tambah Hamsidar.

Sejauh ini, berdasarkan data dari aparat kepolisian total korban yang telah dievakuasi dalam peristiwa nahas itu hingga hari ini berjumlah 242. Dimana 36 meninggal dunia, 205 korban berhasil selamat dan satu orang dinyatakan hilang. Berdasarkan perhitungan di lapangan, total jumlah korban yang telah dievakuasi ternyata melebihi manifes.

Akibat peristiwa yang menewaskan puluhan korban jiwa, Polda Sulsel telah menetapkan dua orang tersangka usai melakukan penyidikan secara maraton dan gelar perkara.

Keduanya adalah Agus Susanto selaku nahkoda kapal dan petugas Syahbandar Pelabuhan Bira berinisial KM. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena karena diduga membuat kelalaian dalam pelayaran yang menyebabkan korban jiwa.

“Ini nakhoda kan jelas perannya sebagai penanggung jawab, kalau syahbandar karena menerbitkan SPB,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Dicky menambahkan pihaknya akan bekerja sama  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama saksi ahli di bidang perhubungan laut untuk melakukan penyidikan. Sejauh ini, Polisi telah memeriksa 21 orang saksi untuk kasus kecelakaan laut tersebut.

“Kami terus melakukan penyidikan dalam hal ini Krimsus, kemudian Polres Selayar dan Polres Bulukumba nanti kita bekerja sama juga dengan KNKT,” ujarnya.