Divonis 3,8 Tahun, Pengacara Burhanuddin Nilai Pertimbangan Hakim Keliru

Editor : M N Ubay
Mantan Bupati Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin.(Foto: Ubay/ Online24)
Mantan Bupati Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin.(Foto: Ubay/ Online24)

Online24, Makassar – Mantan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin divonis hukuman pidana 3 tahun 8 bulan dalam kasus dugaan penjualan lahan negara di Desa Laikang, Kecamatan Mangaragombang, Kabupaten Takalar.

Menanggapi vonis dari majelis hakim tersebut, pengacara Burhanuddin Baharuddin, Baron Harahap mengaku masih pikir-pikir untuk upaya banding.

“Kami masih pikir-pikir. Ya nanti kita liat ke depannya, tapi kami menilai kalau pertimbangan hakim keliru dalam memutuskan hukuman. Dengan pertimbanhan hanya sampai tujuh lembar, kami nilai hakim keliru,” ujar Baron Harahap usai sidang.

Ia menilai pertimbangan majelis hakim dalam memberikan vonis terhadap kliennya sangat keliru. Hal ini disebabkan sebagian besar pertimbangan yang dibacakan Yuli Effendi (ketua majelis hakim) sangat dangkal.

Ia juga menilai banyak pertimbangan hakim yang janggal. Salah satunya ialah Burhanuddin tidak lagi memiliki kewenangan saat mengeluarkan izin prinsip karena sudah memberikan kewenangan delegatif kepada kepala dinas yang mengurusi dengan PT Insan Karya Cirebon.

Untuk itu, Baron mengatakan saat ini timnya sudah mendapati pertimbangan-pertimbangan janggal yang bisa dijadikan landasan untuk mengajukan upaya hukum lanjutan.