Gagal Lindungi Data Pelanggan , Inggris Bakal Tuntut Facebook Rp 9,5 Miliar

Editor : M N Ubay

Online24, Inggris – Inggris menilai Facebook gagal melindungi data-data pengguna pada skandal Cambridge Analytica dan tak transparan atas penggunaan data oleh pihak ketiga. Untuk itu Inggris akan menuntut denda kepada Facebook sebesar 500 ribu poundsterling (sekitar Rp9,5 miliar).

“Teknologi-teknologi baru memang bisa menggunakan analisis data untuk menyasar orang secara spesifik. Sehingga tim kampanye bisa terhubung dengan pemilih secara pribadi. Tapi ini tidak berarti mengorbankan transparansi, keadilan, dan kepatuhan terhadap hukum,” ujar Komisioner Informasi Inggris Elizabeth Denham dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, (11/7).

Sementara itu pihak Facebook sendiri menyebut pihaknya sedang meninjau laporan tersebut, dan akan segera merespons sebelum putusan final dibuat. Facebook pun mengaku menyesal tak segera menindaklanjuti investigasi soal Cambridge Analytica pada 2015 lalu.

“Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, kami seharusnya melakukan menyelidikan lebih mendalam soal Cambridge Analytica dan segera mengambil tindakan pada 2015,” ujar Kepala bagian Privasi Facebook Erin Egan dalam sebuah pernyataan.

Dalam laporannya Komisioner Informasi Inggris mengatakan dapat menuntut perusahaan yang menaungi Cambridge Analytica, SCL Elections karena tidak melakukan apa yang diminta oleh regulator.

Ia juga menyebut akan mengirimkan surat kepada 11 partai politik untuk meminta mereka memeriksa kembali praktik perlindungan data mereka.