Ini Kondisi 12 Anak Asal Thailand yang Selamat dari Gua

Editor : Asri Muhammad
Remaja asal Thailand yang sebelumnya terjebak di gua, kini mendapatkan perawatan. (Foto : dok. Reuters TV)
Remaja asal Thailand yang sebelumnya terjebak di gua, kini mendapatkan perawatan. (Foto : dok. Reuters TV)

Online24, Bangkok – 12 anggota tim sepakbola dan pelatih Wild Boars asal Thailand telah berhasil diselamatkan dari gua Tham Luang, setelah sebelumnya terjebak selama 17 hari.

Saat ini, seluruhnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dilansir dari Reuters, kondisi 12 remaja tersebut terekam dalam sebuah video yang dipertontonkan dalam sebuah konferensi pers. Mereka tampak tersenyum dan melambaikan tangan ketika berbaring di tempat tidur rumah sakit.

Meski remaja tersebut tampak kurus, tampaknya mereka baik-baik saja. Dalam video tersebut anak-anak memakai masker bedah sambil beristirahat di tempat tidurnya. Bahkan beberapa orang duduk dan membuat isyarat dengan tanda ‘peace‘ ke kamera.

Dalam video itu pula, tak ada satu pun dari mereka yang terdengar berbicara. Sementara itu, Kepala misi penyelamatan Narongsak Osottanakorn mengatakan tak ada yang bisa disalahkan dalam peristiwa tersebut karena mereka hanyalah anak-anak.

“Kami tidak melihat anak-anak tersebut bersalah atau sebagai pahlawan. Mereka hanya anak-anak, itu adalah kecelakaan,” kata Narongsak, dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari detikcom, Rabu (11/7/201).

Seperti diketahui, setelah selamat dari gua anak-anak tersebut dibawa ke rumah sakit di kota Chiang Rai menggunakan helikopter. Direktur RS Chaiwetch Thanapaisal mengatakan anak-anak itu harus dirawat di rumah sakit sampai 10 hari. Selanjutnya kelompok remaja itu kembali menjalani perawatan di rumahnya sekitar 30 hari.

Para orangtua dari empat remaja yang diselamatkan paling awal, yakni pada Minggu (8/7), telah diperbolehkan mengunjungi anak-anaknya di rumah sakit. Namun para orangtua harus memakai pakaian pelindung dan berdiri sejauh 2 meter sebagai pencegahan.

Pejabat berwenang khawatir terkait adanya kemungkinan infeksi selama kejadian. Sebelumnya, Inspektur departemen kesehatan Thongchai Lertwilairattanapong mengatakan satu dari kelompok terakhir pada Selasa (10/7) yang selamat mengalami infeksi paru-paru. Mereka kemudian diberikan vaksin rabies dan tetanus.

Para remaja bersama pelatihnya itu masuk ke dalam gua Tham Luang sejak 23 Juni untuk menjelajah usai berlatih sepakbola. Namun hujan deras yang mengguyur kawasan itu membuat gua dilanda banjir cukup hebat dan mereka pun terjebak di dalam gua tanpa bisa keluar.

Posisi mereka di dalam gua, yang ternyata ada di titik 4 kilometer dari mulut gua, baru ketahuan oleh tim penyelam asal Inggris sekitar 9 hari kemudian. Upaya penyelamatan mereka tidak mudah mengingat kondisi gua yang rumit dan digenangi air. Beberapa remaja itu tidak bisa berenang.

Tim penyelam Angkatan Laut Thailand atau Navy SEAL dengan bantuan penyelam-penyelam dari berbagai negara menjalankan misi berbahaya untuk mengeluarkan mereka. Bahkan seorang penyelam mantan anggota Navy SEAL meninggal dunia saat mempersiapkan tabung udara untuk penyelamatan itu.

Narongsak Osatanakorn yang memimpin operasi penyelamatan menyebut operasi berbahaya itu merupakan ‘mission impossible’. “Hari ini warga Thailand, tim Thailand, mencapai mission impossible,” ujar Narongsak usai penyelamatan tahap terakhir selesai dilakukan pada Selasa (10/7) malam.