Jentang Tak Hadir, Sidang PK Kembali Ditunda

Editor : M N Ubay

Online24, Makassar – Pengadilan Negeri (PN) Makasar kemabli menunda sidang agenda Peninjauan Kembali (PK), Rabu(12/7/2018). Penundaan sidang dilakukan karena termohon yakni Soedirjo Aliman alias Jen Tang tak menghadiri sidang tersebut. Jen Tang hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.

Selain itu, penundaan sidang juga diwarnai kurangnya koordinasi antara Panitera dan JPU.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, mengungkap bahwa tim JPU (Jaksa Penuntut Umum). Sempat hadir di pengadilan, namun majelis hakim tak ada.

“Waktu tim JPU ke pengadilan, hakimnya belum hadir di persidangan,” ujar Salahuddin.

Salahuddin menjelaskan, tim JPU tellah berkoordinasi dan menyampaikan ke pihak panitera pengadilan. Tapi pihak panitera mengatakan bila hakimnya sedang ada kegiatan.

Namunsaat jaksa mengecek kembali, tenryata sidang tersebut sudah ditunda.

Sebelumnya, Tim jaksa dari Kejati Sulsel telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap kasus pemberian keterangan palsu dalam akta autentik yang melibatkan Direktur PT. Jujur Jaya Sakti, Soedirjo Aliman alias Jentang.

AspidumKejati Sulsel, R Narendra Jatna mengungkapkan alasan pihaknya mengajukan PK kasus pemberian keterangan palsu dalam akta autentik pada dokumen berupa akta pembelian lahan seluas 4.300 meter persegi di Jalan AP Pettarani Makassar atas putusan kasasi MA yang bernomor 1637K/Pds/2015 tanggal 28 Januari 2016.

Saat itu, MA menolak kasasi jaksa penuntut umum dan membebaskan Jen Tang. Namun Narendra mengatakan putusan kasasi tersebut walau berkekuatan hukum tetap tetapi isi kasasi yang dikeluarkan hakim MA pada saat itu memiliki pertimbangan bahwa perkara Jen Tang terbukti.

Namun perkara tersebut tidak diikuti dengan pemidanaan. Atas hal itulah, melihat vide pasal 263 (3) KUHAP, jaksa mengajukan PK.

“PK ini diajukan setelah adanya putusan kasasi. Dengan dasar pasal 263 ayat 3 kita ajukan PK. Meski bebas, tetapi pertimbangan hakim perbuatannya terbukti namun tidak disertai pidana,”kata Narendra.

Jentang merupakan buron Kejati Sulsel dalam kasus dugaan penyewaan lahan milik negara. Ia bertolak ke Singapura untuk berobat beberapa hari setelah ditetapkan sebagai tersangka. Namun kini keberadaannya tidak diketahui. Bahkan pengacara dan keluarga Jentang mengaku tidak tau persis dimana tepatnya Jentang berada.