Geledah Kantor PLN, KPK Bawa 3 Koper

Editor : Asri Muhammad
KPK membawa koper usai geledah kantor pusat PLN. (foto : liputan6.com)
KPK membawa koper usai geledah kantor pusat PLN. (foto : liputan6.com)

Online24, Makassar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Setelah menetapkan Wakil Ketya Komisi VIII DPR RI Eni Maulani Saragih sebagai tersangka, KPK pun melakukan penggeledahan di kantor PLN.

Dilansir detikcom, usai menggeledah kantor pusat PLN di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2018) dini hari WITA, 8 penyidik KPK keluar gedung dengan membawa 3 kardus berwarna coklat dan 3 koper berukuran besar.

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di beberapa ruang kerja petinggi PLN, termasuk ruang kerja Dirut PLN Sofyan Basyir. Selain itu, penyidik KPK menggeledah area Direktorat Pengadaan. Selain itu, sempat terlihat salah satu petugas dari KPK menanyakan soal daftar tamu kepada resepsionis.

Selain Eni Maulani Saragih, KPK juga menetapkan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka. KPK menduga Eni menerima keseluruhan Rp 4,5 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1. Johannes merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

KPK sendiri telah mengamankan Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat kepada Eni. Pemberian pertama Eni diduga pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut melalui staf dan keluarga Eni.