Warga Soppeng wajib bersatu untuk muluskan Wabup nya ke DPR RI

Editor : Andhika Bd

Online24, OPINI – Nama Wakil Bupati Soppeng, Supriansa, SH, MH, resmi tercantum dalam Daftar Calon Sementara (DCS) calon anggota legislatif Partai Golkar dari daerah Pemilihan Sulsel 2 nomor urut 7. Pencantuman nama Supriansa dalam DCS itu mengakhiri polemik tentang sikap politiknya yang dengan berani mengambil resiko mengajukan pengunduran diri sebagai wakil bupati Soppeng di tengah ketakpastian pencantuman namanya.
Deja Vu, Supriansa. Ia akan mengulangi masa peliknya sebagai caleg di tahun 2014 lalu yang berakhir dengan kegagalan. Saat itu, dengan kekuatan yang pas-pasan karena popularitas dan elektabilitas rendah, Supriansa tersisih oleh rivalnya, M. Nasyit Umar di Partai Demokrat.
Kali ini, Supriansa kembali dengan kekuatan baru dan modal sosial berlimpah. Hasil Pilkada Soppeng 2015 yang dia menangkan bersama Andi Kaswadi Razak, melejitkan tingkat kesukaan publik kepadanya. Dalam dua tahun terakhir, ia merengkuh banyak dukungan baru sekaligus meluaskan pengaruhnya dengan kesan duet kepemimpinannya dengan Kaswadi Razak yang dianggap sukses.
Apakah dengan demikian dia akan mulus ke Senayan? tentu tidak. Supriansa kini diperhadapkan pada situasi yang membuatnya harus mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Pada Dapil Sulsel 2 tersedia sekitar 2,3 juta pemilih yang akan ke TPS. Namun, puluhan figur penambang suara berkumpul di dapil ini. Bahkan, figur selevel mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kabarnya ikut bertarung di dapil ini. Selain itu ada pemilik sejuta suara, Ustad Aziz Qahhar Mudzakkar.
Kunci kemenangan Supriansa akan banyak ditentukan oleh soliditas pemilih Soppeng. Jika Soppeng bersatu, maka tentu bukan hal sulit untuk mengirim kembali orang Soppeng dari Golkar ke Senayan setelah sekian lama menghilang. Mengacu pada perolehan suara tertinggi di Partai Golkar pada Pemilu 2014 yang diraih Andi Rio Padjalangi sebesar 77.000, maka peluang mendorong Supriansa ke kursi DPR RI, sangat terbuka. Di dapil 2, Soppeng punya kontribusi hingga 150 ribu suara sehingga lebih dari cukup untuk menopang perolehan suara Supriansa.
Dalam jajak pendapat elektabilitas caleg yang digelar Nurani Strategic jelang Pemilu 2019, nama Supriansa selalu muncul di 5 besar caleg dengan tingkat kesukaan tertinggi di dapil yang disebut-sebut sebagai neraka ini. Maka, untuk mengantarkannya ke Senayan dan menguji niat baiknya untuk mendorong lebih banyak anggaran pusat ke Soppeng, maka pemilih Soppeng harus bersatu. Sebab prinsip terbaik dalam Pemilu agar suara kita tak terbuang percuma adalah memberikan pilihan kepada figur dengan peluang terbaik untuk lolos.
Deja Vu Supriansa. Persatuan pemilih Soppeng memang menjadi kunci. Namun, faktor terpenting dari peluangnya adalah pada dirinya sendiri. Ia mesti mengambil hikmah dari kegagalannya empat tahun lalu dan sekaligus mengambil pelajaran dari kesuksesannya merebut hati pemilih di Pilkada Soppeng 2015.

Nurmal Idrus
Direktur Nurani Strategic

[fbcomments]