Jadi Kolektor Kartu Kuning, Pelatih PSM Peringatkan Marc Klok

Editor : Aris Munandar
Gelandang PSM Marc Anthony Klok dan Pelatih PSM Robert Rene Alberts (Adam/Online24).
Gelandang PSM Marc Anthony Klok dan Pelatih PSM Robert Rene Alberts (Adam/Online24).

Online24, Makassar – PSM kembali harus kehilangan Marc Anthony Klok saat menghadapi PSMS Medan pada pekan ke-17 Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Medan, Senin (23/7/2018). Tercatat, ini adalah kali ketiga baginya absen karena sanksi akumulasi kartu kuning.

Pemain berposisi gelandang itu telah mengoleksi 7 kartu kuning. Terbanyak di skuad Juku Eja dan bahkan di Liga 1. Di skuad PSM sendiri, Fauzan Jamal menjadi pemain kedua dengan koleksi kartu kuning terbanyak dengan 5 buah.

Di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air, Marc Klok mengoleksi lebih banyak dari Mahamadou N Diaye (Bek tengah, Eks Sriwijaya/Bali United) dan Rendi Siregar (Bek kiri, Mitra Kukar) dengan 6 buah kartu kuning.

Pelatih PSM, Robert Rene Alberts pun sudah memberi Klok peringatan atas hal ini. Eks Dundee ini diminta lebih beradaptasi dengan gaya bermain sepakbola Indonesia.

“Dia harus menghindari kontak yang menurutnya tidak melanggar namun wasit di Indonesia melihatnya berbeda. Dia harus menyesuaikan tanpa harus kehilangan kualitasnya. Kita tahu dia punya kualitas bagus,” katanya saat ditemui di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (18/7/2018).

Di sisi lain, eks pelatih Arema ini juga meminta wasit Liga 1 lebih memperdalam pengetahuannya soal jenis-jenis pelanggaran di lapangan. Menurutnya, tiga dari tujuh kartu kuning Klok bukanlah pelanggaran yang harus dihadiahi kartu kuning.

“Wasit harusnya dididik, kalau permainan di Indonesia itu dipengaruhi oleh pemain asing. Karena kita tahu ada 4-5 pemain asing di setiap klub. Marc punya kontak badan yang kuat.”

“Tapi ada beberapa tekel kotor tapi lolos dari pelanggaran. Saya kira kita sudah punya instruktur wasit asal Jepang dan kita harap bisa membawa wasit kita lebih baik,” tandasnya.