Kalapas Suka Miskin Dipantau KPK Sejak April 2018

Editor : M N Ubay
Wakil Ketua KPK RI, Laode M. Syarief
Wakil Ketua KPK RI, Laode M. Syarief

Online24, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen(WH).

Dari Wahid, KPK menyita dua unit mobil yakni sebuah Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu Mitsubihi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Selain itu, tim juga mengamankan uang sebesar Rp 20.505.000 dan US$410.

KPK ternyata telah memantau gerak-gerik Wahid sejak beberap bulan yang lalu. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

“KPK telah melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan kasus ini sejak April 2018,” ujar Laode.

suap kepada Wahid, KPK memutuskan melakukan operasi tangkap tangan.

Selain mengamankan Wahid, tim penyidik KPK juga mengamankan staf Wahid, Hendry Saputra dan sejumlah pihak lain diduga sebagai pemberi suap. Yaitu narapidana kasus suap proyek di Badan Keamanan Laut, Fahmi Darmawansyah, beserta istrinya Inneke Koesherawati, serta seorang tahanan pendamping bernama Andri Rahmat.

Wahid Husen dan stafnya, Hendry Saputra, ditetapkan sebagai penerima suap. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kalapas Suka Miskin Dipantau KPK Sejak April 2018  Online24, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam hingga Sabtu dinihari melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen(WH).  Dari Wahid, KPK menyita dua unit mobil yakni sebuah Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu Mitsubihi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Selain itu, tim juga mengamankan uang sebesar Rp 20.505.000 dan US$410.  KPK ternyata telah memantau gerak-gerik Wahid sejak beberap bulan yang lalu. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).  “KPK telah melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan kasus ini sejak April 2018,” ujar Laode.   suap kepada Wahid, KPK memutuskan melakukan operasi tangkap tangan.  Selain mengamankan Wahid,  tim penyidik KPK juga mengamankan staf Wahid, Hendry Saputra dan sejumlah pihak lain diduga sebagai pemberi suap. Yaitu narapidana kasus suap proyek di Badan Keamanan Laut, Fahmi Darmawansyah, beserta istrinya Inneke Koesherawati, serta seorang tahanan pendamping bernama Andri Rahmat.  Wahid Husen dan stafnya, Hendry Saputra, ditetapkan sebagai penerima suap. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.